Breaking News:

berita viral

Sorotan Tajam Netizen pada Garuda Pancasila Versi AI, Mengapa Detail Jumlah Bulu Begitu Sakral?

Peringatan Hari Lahir Pancasila baru-baru ini diwarnai oleh tren visual baru lambang negara, Garuda Pancasila, menggunakan teknologi AI.

Tayang:
Editor: Sinta Darmastri
Kemendikbud
LAMBANG GARUDA PANCASILA - Peringatan Hari Lahir Pancasila baru-baru ini diwarnai oleh tren visual baru lambang negara, Garuda Pancasila, menggunakan teknologi AI. 

Ringkasan Berita:
  • Peringatan Hari Lahir Pancasila baru-baru ini diwarnai oleh tren visual baru lambang negara, Garuda Pancasila, menggunakan teknologi AI
  • Namun, alih-alih menghasilkan gambar yang presisi dan estetis, kreasi berbasis AI ini justru memicu kontroversi di jagat maya
  • Kekeliruan dalam memvisualisasikan lambang negara ini salah satunya dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

 

TRIBUNSTYLE.COM - Peringatan Hari Lahir Pancasila baru-baru ini diwarnai oleh tren visual baru. Banyak netizen hingga instansi mengunggah ulang gambar lambang negara, Garuda Pancasila, yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Namun, alih-alih menghasilkan gambar yang presisi dan estetis, kreasi berbasis AI ini justru memicu kontroversi di jagat maya.

Teknologi modern tersebut kedapatan melewatkan detail-detail kecil yang justru memuat filosofi mendalam. Salah satu kesalahan fatal yang menjadi sorotan netizen adalah susunan dan jumlah helai bulu Garuda yang tampak acak-acakan, padahal setiap helainya merangkum histori kemerdekaan Indonesia.

Kekeliruan dalam memvisualisasikan lambang negara ini salah satunya dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Menyadari kekhilafan tersebut, melalui akun resmi media sosial X @brin_indonesia, pihak BRIN langsung melayangkan klarifikasi dan meminta maaf karena telah membagikan ilustrasi Garuda Pancasila yang keluar dari pakem semestinya.

Berikut adalah pernyataan resmi permohonan maaf dari BRIN:

PERMOHONAN MAAF

BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan.

Hal ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam proses pembuatan serta penyebaran konten di masa mendatang. 

Sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi internal, konten tersebut telah kami perbaiki.

Kami menghaturkan terima kasih atas perhatian, masukan, dan kontrol dari seluruh lapisan masyarakat kepada BRIN.

Baca juga: Tak Sesuai Filosofi Kemerdekaan, Unggahan Lambang Garuda Milik BRIN Menuai Sorotan: Akui Khilaf

Mengembalikan Hakikat: Bagaimana Pakem Garuda Pancasila yang Benar?

Melansir panduan resmi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), anatomi burung Garuda bukanlah sekadar hiasan artistik. Setiap elemen dirancang secara spesifik untuk merekam momen sakral proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

1. Filosofi Angka di Balik Helai Bulu

Jumlah bulu pada tubuh Garuda merupakan representasi dari tanggal 17 Agustus 1945:

Sayap: Terdapat masing-masing 17 helai bulu di sayap kiri dan kanan, yang menyimbolkan tanggal kemerdekaan.

Ekor: Memiliki 8 helai bulu sebagai penanda bulan Agustus.

Pangkal Ekor & Leher: Terdapat 19 helai bulu kecil di bawah perisai (pangkal ekor) dan 45 helai bulu di bagian leher, yang jika digabungkan membentuk angka tahun 1945.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/2
Tags:
Garuda PancasilaLambang NegaraArtificial IntelligenceBadan Riset dan Inovasi Nasional
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved