Berita Viral
Nekat Main HP Saat RDP Isu Kesehatan, Achmad Syahri Anggota DPRD Jember Takut Sapi di Game Kelaparan
Achmad Syahri anggota Komisi D DPRD Jember akhirnya jujur alasan main games saat rapat. Ia ternyata takut sapi-sapinya kelaparan.
Editor: Febriana Nur Insani
Ringkasan Berita:
TRIBUNSTYLE.COM - Dinamika dan tingkah polah para anggota dewan di Indonesia memang seolah tak pernah habis menjadi bahan perbincangan publik.
Di satu sisi, kita kerap melihat para wakil rakyat yang mendedikasikan waktu dan energinya demi memperjuangkan nasib masyarakat.
Namun di sisi lain, tidak sedikit pula dari mereka yang justru mempertontonkan sikap acuh tak acuh dan seenaknya sendiri.
Kali ini, sorotan tajam publik tertuju pada sosok Achmad Syahri, seorang legislator yang menduduki kursi di Komisi D DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Politisi yang bernaung di bawah bendera Partai Gerindra ini mendadak menjadi buah bibir dan panen hujatan setelah sebuah rekaman video memperlihatkan dirinya asyik bermain game di ponselnya di tengah jalannya rapat resmi.
Ironisnya, tindakan tidak terpuji tersebut tidak berhenti di situ. Dalam rekaman yang sama, Achmad Syahri juga merokok di dalam ruangan.
Padahal, agenda yang sedang berlangsung saat itu merupakan forum yang sangat krusial, yakni Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang membahas kasus campak.
Sikap tidak profesional yang dipertontonkan oleh sang anggota dewan langsung memicu gelombang kecaman keras dari berbagai elemen masyarakat.
Belakangan terungkap alasan yang mengejutkan di balik keputusan Achmad Syahri memilih bermain game ketimbang menyimak rapat penting tersebut.
Seperti apa?
Baca juga: Hasil Sidang Etik, Anggota DPRD Jember Terancam Dipecat Gerindra Jika Terulang Main Game saat Rapat
Takut Sapinya Kelaparan
Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Assidiqi mengungkap alasannya bermain game saat rapat. Ia lebih mementingkan sapi virtual dibanding pembahasan rapat.
Hal tersebut diungkap Syahri pada Mahkamah Partai Gerindra.
Syahri kedapatan bermain game sambil merokok ketika rapat dengar pendapat (RDP) soal isu kesehatan pada Senin (11/5/2026).
Saat itu RDP membahas persoalan campak, stunting, AKI/AKB, sampai program Universal Health Coverage (UHC) di ruang rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Jember.
Rapat digelar bersama Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, BPJS Kesehatan Jember, dan perwakilan 15 puskesman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/anggota-DPRD-Jember-Achmad-Syahri-Assidiqi-minta-maaf.jpg)