Breaking News:

berita viral

Cuaca Ekstrem Haji 2026, Suhu Mekkah Menembus 47 Derajat, Jemaah Diminta Waspada Angin Pasir

Suhu udara yang sangat ekstrem di tanah suci, yang diperkirakan bisa menyentuh angka 47 derajat Celsius, memicu badai debu dan pasir terutama siang.

Tayang:
Editor: Sinta Darmastri
Dok Pribadi Fahad Puthawala
CUACA EKSTRIM DI MAKKAH - Suhu udara yang sangat ekstrem di tanah suci, yang diperkirakan bisa menyentuh angka 47 derajat Celsius, memicu badai debu dan pasir terutama siang. 

Ringkasan Berita:
  • Suhu udara yang sangat ekstrem di tanah suci, yang diperkirakan bisa menyentuh angka 47 derajat Celsius, memicu badai debu dan pasir terutama siang
  • Lonjakan suhu yang menyengat ini akan mulai terasa sejak awal bulan Dzulhijjah dan bertahan hingga Hari Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah
  • Termometer diperkirakan konsisten menunjukkan angka maksimum di kisaran 44 sampai 47 derajat Celsius

 

TRIBUNSTYLE.COM - Ujian fisik yang cukup berat tampaknya bakal dihadapi oleh jutaan jemaah yang menunaikan ibadah haji tahun 2026. Otoritas cuaca setempat menyoroti potensi lonjakan suhu udara yang sangat ekstrem di tanah suci, yang diperkirakan bisa menyentuh angka 47 derajat Celsius.

Bukan sekadar sengatan terik matahari, Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi atau National Center for Meteorology (NCM) juga menerbitkan peringatan dini terkait potensi angin kencang. Fenomena alam ini diprediksi bakal memicu badai debu dan pasir yang membatasi jarak pandang, terutama saat memasuki siang hari.

Dalam keterangannya, Kepala Eksekutif NCM, Ayman Ghulam, menjelaskan bahwa lonjakan suhu yang menyengat ini akan mulai terasa sejak awal bulan Dzulhijjah dan bertahan hingga Hari Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah. Pada fase paruh pertama bulan suci tersebut, termometer diperkirakan konsisten menunjukkan angka maksimum di kisaran 44 sampai 47 derajat Celsius.

Sementara saat malam hingga pagi hari, udara cenderung sedikit mereda meski tetap hangat, dengan suhu minimum yang diproyeksikan bertahan di angka 28 hingga 31 derajat Celsius.

“Kondisi cuaca diperkirakan panas hingga sangat panas dengan angin permukaan yang cukup kuat dan dapat memicu debu serta pasir beterbangan,” ujar Ghulam, dikutip dari Saudi Gazette, Senin (18/5/2026).

Menilik data teknis dari NCM, tingkat kelembapan udara pada awal musim haji ini diprediksi sangat kering, yakni berada di angka 10 persen hingga 40 persen. Angin dilaporkan bakal bertiup dominan dari arah barat daya menuju barat laut dengan kecepatan yang cukup tinggi, berkisar antara 15 hingga 40 kilometer per jam.

Baca juga: Berkah Undangan Raja Salman, 42 WNI Berangkat Haji Gratis, Nikmati Fasilitas Jalur Cepat ke Makkah

Ancaman Debu dari Arafah hingga Akhir Tasyrik

Skenario cuaca panas ini dipastikan belum akan mereda dengan cepat. NCM memproyeksikan bahwa hawa panas menyengat ini masih akan setia menemani jemaah mulai dari momentum puncak Hari Arafah hingga menjelang akhir hari Tasyrik pada 13 Dzulhijjah.

Sepanjang periode krusial tersebut, kondisi langit di atas langit Mekkah diprediksi akan didominasi cuaca cerah hingga berawan tipis. Kendati demikian, embusan angin kencang yang membawa material debu dan pasir masih menjadi ancaman nyata di area maktab maupun jalur-jalur utama ibadah haji.

Menurut kalkulasi Ghulam, suhu tertinggi pada fase Arafah dan Tasyrik ini sedikit mengalami penurunan namun tetap di kategori ekstrem, yaitu di rentang 42-44 derajat Celsius. Sebaliknya, suhu minimum di waktu malam akan berkisar antara 26-29 derajat Celsius, diiringi tingkat kelembapan yang bisa melonjak hingga menyentuh 55 persen.

Baca juga: Raffi Ahmad Naik Haji Lagi, Irfan Hakim Iri: Udah Kaya, Ibadahnya Bagus, Sedekahnya Luar Biasa

Potensi Badai Petir di Dataran Tinggi

Selain ancaman suhu kering dan debu, ada anomali cuaca lain yang tengah diantisipasi. NCM mendeteksi adanya peluang pembentukan awan konvektif yang memicu badai petir di sekitar dataran tinggi Taif. Dampak dari ketidakstabilan atmosfer di wilayah pegunungan ini dikhawatirkan bisa meluas hingga ke kawasan situs-situs suci umat Islam.

Jika badai petir ini terjadi, risiko munculnya fenomena angin turun secara mendadak (downdraft) akan meningkat tajam. Angin kencang jenis ini berpotensi besar memperparah kepulan debu dan pasir di area sekitar perkemahan jemaah.

Pernyataan ini dilayangkan oleh Ghulam di sela-sela inspeksi mendalam untuk mengecek kesiapan operasional seluruh instrumen meteorologi menjelang puncak musim haji di Mekkah. Ia memberikan garansi bahwa seluruh sistem mitigasi dan pemantauan cuaca telah diaktifkan secara penuh, melibatkan teknologi mutakhir serta barisan tenaga ahli lokal yang kompeten.

Guna memastikan keselamatan jutaan manusia, NCM melakukan pengawasan tanpa henti secara real-time di wilayah Mekkah, Madinah, seluruh situs suci, hingga jalur-jalur logistik yang dilewati jemaah. Proses pengawasan ini mengandalkan kombinasi mutakhir dari radar cuaca modern, citra satelit terkini, serta model numerik cuaca khusus Arab Saudi.

Infrastruktur pemantau yang dikerahkan pun tidak main-main. NCM mengoperasikan sedikitnya 59 stasiun otomatis, 19 stasiun bergerak, 3 unit radar tetap, 1 unit radar bergerak, serta jaringan stasiun observasi khusus untuk memantau kondisi cuaca hingga lapisan atmosfer atas.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/2
Tags:
hajijamaah hajiMakkahcuacasuhu
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved