Breaking News:

Berita Boyolali

Berburu Hewan Kurban di Pasar Sapi Kalioso Boyolali, Tradisi Tawar-menawar Pakai Koin Masih Bertahan

Tradisi unik dari proses tawar-menawar sapi yang masih dijaga para pedagang dan pembeli Pasar Sapi Kalioso yang dikenal dengan istilah panjer.

Tayang:
TribunStyle.com/Sinta Manilasari
PASAR SAPI KALIOSO - Pedagang dan pembeli di Pasar Sapi Kalioso sedang melakukan tawar menawar pada Selasa, 12 Mei 2026. Jika berhasil penjual akan memberikan panjer untuk memiliki sapi. 

Ringkasan Berita:
  • Jual beli sapi di Pasar Sapi Kalioso hanya dilakukan setiap lima hari sekali dengan mengikuti kalender jawa, yakni hari Wage.
  • Tradisi unik dari proses tawar-menawar sapi yang masih dijaga para pedagang dan pembeli dikenal dengan istilah panjer.
  • Pembeli akan memberikan uang koin atau uang kertas kecil senilai Rp 500,- hingga Rp 1000,- untuk mengikat perjanjian mereka.

 

TRIBUNSTYLE.COM - Pasar Sapi Kalioso yang sering tak terlihat ada transaksi jual beli mendadak dipadati warga dengan menuntun sapi-sapi di pagi hari Selasa Wage, 12 Maret 2026.

Memang kegiatan jual beli sapi di Pasar Sapi Kalioso hanya dilakukan setiap lima hari sekali dengan mengikuti kalender jawa, yakni hari Wage.

Di pasar yang terletak di Jalan Kalioso - Simo ini, penjual dan pembeli hewan ternak sapi berbaur langsung menjadi satu tanpa perlu memiliki los.

Baca juga: Kali Talang, Sungai  di Teras, Boyolali Jateng yang Viral Berkat Kejernihan Airnya, Cocok Buat Nyore

Tidak seperti pasar modern yang memiliki los atau lapak tetap, para penjual dan pembeli di pasar ini berbaur langsung di area terbuka.

Transaksi berlangsung spontan di sela-sela kerumunan sapi dan para pedagang yang saling menawarkan harga.

Bahkan, sesaat setelah sapi diturunkan dari bak truk pick-up, para pedagang sudah langsung mendekat untuk menawar.

PASAR SAPI KALIOSO - Pedagang dan pembeli di Pasar Sapi Kalioso sedang melakukan tawar menawar pada Selasa, 12 Mei 2026. Jika berhasil penjual akan memberikan panjer untuk memiliki sapi.
PASAR SAPI KALIOSO - Pedagang dan pembeli di Pasar Sapi Kalioso sedang melakukan tawar menawar pada Selasa, 12 Mei 2026. Jika berhasil penjual akan memberikan panjer untuk memiliki sapi. (TribunStyle.com/Sinta Manilasari)

Percakapan singkat, jabat tangan, hingga tawar-menawar khas pasar tradisional menjadi pemandangan yang terus berulang sepanjang pagi.

Kemudian pembeli akan memberikan uang koin atau uang kertas kecil senilai Rp 500,- hingga Rp 1000,- untuk mengikat perjanjian mereka.

Fenomena tradisional dari jual beli sapi yang masih dilakukan di Pasar Sapi Kalioso inilah yang dinamakan panjer.

Rendi salah satu pedang sapi yang datang ke Pasar Sapi Kalioso menjelaskan bagaimana uang koin kecil menjadi simbol pengikat antara penjual dan pembeli.

"Kalau sapi do rebutan (diperebutkan), mereka sudah ada yang  nyegat di luar, lalu memberi panjer, artinya penjual tidak bisa menjual sapi tersebut ke orang lain." jelas Rendi pada TribunStyle.com, pada Selasa, 12 Mei 2026.

Tradisi panjer biasanya dilakukan bahkan sebelum sapi masuk ke area pasar.

Saat calon pembeli merasa cocok dengan sapi yang dibawa pedagang, mereka akan memberikan uang panjer sebagai tanda jadi.

Setelah itu, sapi dianggap telah “diamankan” sehingga penjual tidak boleh lagi melepasnya kepada pembeli lain meski ada tawaran harga yang lebih tinggi.

PASAR SAPI KALIOSO - Pedagang dan pembeli di Pasar Sapi Kalioso sedang melakukan tawar menawar pada Selasa, 12 Mei 2026. Jika berhasil penjual akan memberikan panjer untuk memiliki sapi.
PASAR SAPI KALIOSO - Pedagang dan pembeli di Pasar Sapi Kalioso sedang melakukan tawar menawar pada Selasa, 12 Mei 2026. Jika berhasil penjual akan memberikan panjer untuk memiliki sapi. (TribunStyle.com/Sinta Manilasari)
Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/2
Tags:
Pasar Sapi KaliosoBoyolaliIdul Adha 2026
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved