Berita Boyolali
Berburu Hewan Kurban di Pasar Sapi Kalioso Boyolali, Tradisi Tawar-menawar Pakai Koin Masih Bertahan
Tradisi unik dari proses tawar-menawar sapi yang masih dijaga para pedagang dan pembeli Pasar Sapi Kalioso yang dikenal dengan istilah panjer.
Penulis: Sinta Manilasari
Editor: Sinta Manilasari
Ringkasan Berita:
- Jual beli sapi di Pasar Sapi Kalioso hanya dilakukan setiap lima hari sekali dengan mengikuti kalender jawa, yakni hari Wage.
- Tradisi unik dari proses tawar-menawar sapi yang masih dijaga para pedagang dan pembeli dikenal dengan istilah panjer.
- Pembeli akan memberikan uang koin atau uang kertas kecil senilai Rp 500,- hingga Rp 1000,- untuk mengikat perjanjian mereka.
TRIBUNSTYLE.COM - Pasar Sapi Kalioso yang sering tak terlihat ada transaksi jual beli mendadak dipadati warga dengan menuntun sapi-sapi di pagi hari Selasa Wage, 12 Maret 2026.
Memang kegiatan jual beli sapi di Pasar Sapi Kalioso hanya dilakukan setiap lima hari sekali dengan mengikuti kalender jawa, yakni hari Wage.
Di pasar yang terletak di Jalan Kalioso - Simo ini, penjual dan pembeli hewan ternak sapi berbaur langsung menjadi satu tanpa perlu memiliki los.
Baca juga: Kali Talang, Sungai di Teras, Boyolali Jateng yang Viral Berkat Kejernihan Airnya, Cocok Buat Nyore
Tidak seperti pasar modern yang memiliki los atau lapak tetap, para penjual dan pembeli di pasar ini berbaur langsung di area terbuka.
Transaksi berlangsung spontan di sela-sela kerumunan sapi dan para pedagang yang saling menawarkan harga.
Bahkan, sesaat setelah sapi diturunkan dari bak truk pick-up, para pedagang sudah langsung mendekat untuk menawar.
Percakapan singkat, jabat tangan, hingga tawar-menawar khas pasar tradisional menjadi pemandangan yang terus berulang sepanjang pagi.
Kemudian pembeli akan memberikan uang koin atau uang kertas kecil senilai Rp 500,- hingga Rp 1000,- untuk mengikat perjanjian mereka.
Fenomena tradisional dari jual beli sapi yang masih dilakukan di Pasar Sapi Kalioso inilah yang dinamakan panjer.
Rendi salah satu pedang sapi yang datang ke Pasar Sapi Kalioso menjelaskan bagaimana uang koin kecil menjadi simbol pengikat antara penjual dan pembeli.
"Kalau sapi do rebutan (diperebutkan), mereka sudah ada yang nyegat di luar, lalu memberi panjer, artinya penjual tidak bisa menjual sapi tersebut ke orang lain." jelas Rendi pada TribunStyle.com, pada Selasa, 12 Mei 2026.
Tradisi panjer biasanya dilakukan bahkan sebelum sapi masuk ke area pasar.
Saat calon pembeli merasa cocok dengan sapi yang dibawa pedagang, mereka akan memberikan uang panjer sebagai tanda jadi.
Setelah itu, sapi dianggap telah “diamankan” sehingga penjual tidak boleh lagi melepasnya kepada pembeli lain meski ada tawaran harga yang lebih tinggi.
Sumber: TribunStyle.com
| Kali Talang, Sungai di Teras, Boyolali Jateng yang Viral Berkat Kejernihan Airnya, Cocok Buat Nyore |
|
|---|
| Desa Unik di Nogosari, Boyolali Jateng, Semua Halaman Rumahnya Ditata Batu Kali, Rapi dan Cantik! |
|
|---|
| 5 Fakta Penemuan Pria ODGJ Tewas Terkubur di Dapur Rumah di Andong, Boyolali Jateng, Anak Dicurigai |
|
|---|
| Liburan Kok ke Rutan? Wisata ke Rutan Boyolali Jateng Ini Malah Bikin Warga Ketagihan |
|
|---|
| Kabar Terbaru Novi Listiani, Petani Muda Asal Boyolali Jateng, Dulu Viral Karena Mantan Pedangdut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/Pasar-Sapi-Kalioso.jpg)