Iran Vs AS
Sudah 2 Jenis Drone dan 1Jet Tempur AS Dilumat Iran, Washington Curiga China Diam-diam Beri Bantuan
Eskalasi terbaru menunjukkan Iran percaya diri unggul atas Amerika Serikat, klaim berhasil melumat sejumlah armada milik lawan.
Editor: Galuh Palupi
Setelah berhasil melontarkan diri, ia mendarat di kawasan Pegunungan Zagros, sebuah wilayah pegunungan yang luas dan sulit dijangkau di Iran.
Dalam kondisi terisolasi di wilayah yang dianggap berbahaya, WSO tersebut dilaporkan harus bertahan hidup sambil menghindari kemungkinan penangkapan oleh pasukan Iran.
Washington segera menyelidiki insiden ini dan mencurigai keterlibatan China.
Dalam laporan terbarunya, para intelijen Washington menyebut pesawat F-15E Strike Eagle yang beroperasi di wilayah barat daya Iran pada April lalu diduga terkena rudal pertahanan udara portabel atau Man-Portable Air Defense System (MANPADS) buatan China.
Selain dugaan serangan rudal, pejabat AS juga sedang menyelidiki kemungkinan Iran memperoleh dukungan radar jarak jauh YLC-8B buatan China.
Radar ini diklaim memiliki kemampuan mendeteksi pesawat yang sulit dilacak radar konvensional. Jika radar tersebut memang digunakan, Iran mungkin dapat mengetahui posisi dan pergerakan pesawat AS lebih cepat sebelum meluncurkan serangan.
Meski begitu hingga saat ini Pentagon belum mengeluarkan kesimpulan resmi mengenai penyebab pasti jatuhnya F-15E tersebut.
Investigasi masih berlangsung untuk memastikan apakah pesawat benar-benar ditembak jatuh oleh rudal buatan China, sistem pertahanan udara Iran lainnya, atau kombinasi beberapa faktor operasional di medan perang.
Temuan ini menjadi perhatian serius bagi Pentagon karena menunjukkan kemungkinan adanya transfer teknologi militer yang dapat meningkatkan kemampuan pertahanan Iran dalam menghadapi operasi udara Amerika Serikat.
Baca juga: Iran-AS Saling Lepas Tembakan, Washington Pecah Rekor, Baru Kali Ini Kerahkan Jet Tempur Skala Besar
Meski intelijen Amerika Serikat mengindikasikan adanya kemungkinan dukungan teknologi China kepada Iran selama konflik berlangsung, Pentagon menegaskan bantuan tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap jalannya perang secara keseluruhan.
Sejumlah pejabat AS yang dikutip NBC News menyatakan, teknologi yang diduga diterima Teheran memang berpotensi meningkatkan beberapa kemampuan militer Iran, termasuk dalam aspek pertahanan udara dan pengawasan wilayah.
Dukungan tersebut dinilai belum mampu mengubah keseimbangan kekuatan di medan tempur maupun mempengaruhi hasil operasi militer yang dijalankan Amerika Serikat dan sekutunya.
Seorang pejabat AS bahkan menegaskan, bantuan yang diduga diberikan Beijing kepada Teheran tidak memiliki dampak operasional yang menentukan selama konflik berlangsung.
Menurutnya, meskipun Iran memperoleh sejumlah teknologi tambahan, kemampuan tempur negara tersebut tetap berada di bawah kekuatan militer Amerika Serikat yang memiliki keunggulan dalam hal persenjataan, teknologi, sistem komando, hingga kemampuan proyeksi kekuatan di kawasan Timur Tengah.
Penilaian tersebut sekaligus menunjukkan, Pentagon masih memandang dominasi militer AS tetap terjaga meskipun muncul berbagai laporan mengenai dugaan transfer teknologi dari China ke Iran. (Tribun Style/Tribunnews/Namira Yunia)
Sumber: Tribunnews.com
| Serangan AS Bak Tak Ada Arti, Iran Buka Lagi 50 Pintu Rudal yang Pernah Dibom Washington |
|
|---|
| Lagi-lagi Rontokkan Drone dan Jet Tempur Canggih Milik Trump, Iran Ejek AS: Fase Kemunduran |
|
|---|
| AS Tembakan Rudal ke Kapal Tanker Jumbo, Aksi Frustasi Gegara Pengaruh Iran Masih Besar di Teluk |
|
|---|
| Iran Hujani Musuh dengan Rudal, AS Tetap Ogah Ngaku Kalah, Warganya Sekarat Terkena Serangan |
|
|---|
| AS Rilis Peringatan Bahaya Mendesak, Iran Makin Menggila di Selat Hormuz, Kapal Diminta Menjauh |
|
|---|