Iran Vs AS
Serangan AS Bak Tak Ada Arti, Iran Buka Lagi 50 Pintu Rudal yang Pernah Dibom Washington
Serangan Amerika Serikat dan Israel ke fasilitas nuklir Iran yang diluncurkan pada 28 Februari 2026 lalu bak tak ada dampak
Editor: Galuh Palupi
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk mempertahankan kemampuan serangan jarak jauh apabila konflik kembali pecah di masa mendatang.
Mereka menilai bahwa selama Iran masih memiliki peluncur, awak operasional, dan stok rudal yang tersimpan, kemampuan serang negara itu belum dapat dianggap lumpuh.
Baca juga: Iran Hujani Musuh dengan Rudal, AS Tetap Ogah Ngaku Kalah, Warganya Sekarat Terkena Serangan
Di sisi lain, laporan media Israel menyebut Iran juga terus melanjutkan produksi rudal balistik dan berupaya mempercepat pemulihan kemampuan militernya.
Sejumlah pejabat pertahanan Israel bahkan memperkirakan Iran dapat membangun kembali kapasitas drone tempurnya hanya dalam hitungan bulan, sementara produksi rudal balistik dapat meningkat secara signifikan dalam waktu sekitar satu tahun atau bahkan lebih cepat, lapor The Times of Israel.
Perkembangan ini terjadi di tengah situasi diplomatik yang masih belum menemukan titik terang. Meskipun gencatan senjata yang diumumkan beberapa bulan lalu masih berlaku, perundingan antara berbagai pihak terkait masa depan program nuklir dan rudal Iran belum menghasilkan kesepakatan yang konkret.
Ancaman eskalasi baru pun masih membayangi kawasan Timur Tengah apabila proses diplomasi kembali mengalami kebuntuan.
Pemulihan cepat fasilitas rudal Iran menjadi pengingat bahwa perang modern tidak selalu ditentukan oleh besarnya serangan udara semata.
Kemampuan memperbaiki infrastruktur militer, mempertahankan persediaan senjata strategis, dan menjaga kesiapan operasional menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi keseimbangan kekuatan di kawasan.
Karena itu, perkembangan terbaru ini diperkirakan akan terus menjadi perhatian utama negara-negara Barat, Israel, dan para pengamat keamanan internasional dalam beberapa waktu ke depan.
Iran Rontokkan Jet Tempur dan Drone AS
Pada Minggu (31/5/2026), NBC News melaporkan capaian terbaru Iran menghalau unit tempur AS yang mencoba masuk ke wilayah udara Teheran.
Media AS mengonfirmasi Iran berhasil merontokkan jet tempur F-15 Strike Eagle milik AS.
Serangan Iran tersebut diketahui dilancarkan dengan rudal panggul atau MANPADS buatan China yang dipakai Iran.
Selain rudal tersebut, AS juga melaporkan bahwa IRGC menggunakan radar peringatan dini jarak jauh dari Beijing.
Kedua awal jet tempur milik AS itu berhasil melontarkan diri sebelum pesawat jatuh dirudal Iran.
Baca juga: AS Tembakan Rudal ke Kapal Tanker Jumbo, Aksi Frustasi Gegara Pengaruh Iran Masih Besar di Teluk
Tak hanya jet tempur, Iran juga lagi-lagi menembak jatuh drone militer bersenjata milik AS.
Sumber: Tribunnews.com
| Serangan AS Bak Tak Ada Arti, Iran Buka Lagi 50 Pintu Rudal yang Pernah Dibom Washington |
|
|---|
| Lagi-lagi Rontokkan Drone dan Jet Tempur Canggih Milik Trump, Iran Ejek AS: Fase Kemunduran |
|
|---|
| AS Tembakan Rudal ke Kapal Tanker Jumbo, Aksi Frustasi Gegara Pengaruh Iran Masih Besar di Teluk |
|
|---|
| Iran Hujani Musuh dengan Rudal, AS Tetap Ogah Ngaku Kalah, Warganya Sekarat Terkena Serangan |
|
|---|
| AS Rilis Peringatan Bahaya Mendesak, Iran Makin Menggila di Selat Hormuz, Kapal Diminta Menjauh |
|
|---|