Breaking News:

Iran Vs AS

Tak Main-main Tanggapi Amerika Serikat, Iran Bakal Ubah Pesisir Selatan Jadi Kuburan Massal Musuh

Tunjukkan keseriusan tanggapi Amerika Serikat, Iran ancam bakal ubah pesisir selatan wilayahnya jadi kuburan massal untuk musuh.

Tayang:
Editor: Galuh Palupi

Ia menyebut pemimpin yang berada di "Gedung Hitam"—merujuk pada Gedung Putih—sebagai sosok yang keliru jika mengira bisa mendikte Iran.

Baca juga: Kesepakatan Damai Hampir Tercapi, AS Malah Serang Kapal Penebar Ranjau Iran, Hormuz Panas Lagi

Menurutnya, tawaran dialog yang kerap dilayangkan AS belakangan ini bukanlah negosiasi yang tulus, melainkan kedok untuk memaksa Iran menyerah.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sesumbar operasi Washington telah berhasil membuat Iran kalah secara militer. Pernyataan tersebut dipertanyakan karena berbanding terbalik dengan situasi di lapangan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sesumbar operasi Washington telah berhasil membuat Iran kalah secara militer. Pernyataan tersebut dipertanyakan karena berbanding terbalik dengan situasi di lapangan. (Instagram @realdonaldtrump)

"Tunduk pada penghinaan adalah puncak dari keburukan. Musuh menginginkan kehancuran martabat bangsa Iran, tetapi ambisi itu akan mereka bawa sampai ke liang kubur," tegas Khatami di hadapan ribuan jemaah, seperti diberitakan WANA News.

Khatami juga mengutip pesan yang disampaikan sehari sebelumnya oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, kepada para jemaah haji.

Pesan tersebut menekankan bahwa keteguhan dan kehadiran masyarakat di garis depan telah berhasil menggagalkan strategi musuh dalam menekan Iran.

Selain isu diplomasi, khotbah Idul Adha tersebut menyoroti perkembangan global, khususnya pembentukan armada kapal kemanusiaan "Sumud" yang berlayar dari berbagai belahan dunia untuk mendukung warga Gaza, Palestina.

Menurut Khatami, aksi armada Sumud menunjukkan dua potret nyata kepada dunia saat ini, yakni Gerakan kemanusiaan ini digerakkan oleh nilai-nilai kemanusiaan dan ketuhanan yang universal, bahkan oleh mereka yang bukan beragama Islam, demi membela warga Gaza yang tertindas.

Kehadiran armada ini kembali mempertegas watak kriminal rezim Israel di mata internasional.

Khatami menambahkan bahwa keburukan tindakan tersebut tidak hanya melekat pada Israel, tetapi juga pada Presiden AS yang terus memberikan dukungan penuh.

Baca juga: Kesepakatan Damai Hampir Tercapi, AS Malah Serang Kapal Penebar Ranjau Iran, Hormuz Panas Lagi

Di ranah domestik, Khatami mengingatkan bahwa perlawanan atau resistensi nasional tidak selalu berbentuk militer, melainkan bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya melalui perilaku hemat energi.

Ia menyerukan kepada seluruh warga Iran untuk bijak dalam menggunakan air, listrik, dan fasilitas publik sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan negara. (Tribun Style/Tribun Video/Tribunnews/Willen Jonata)

Halaman 2/2
Tags:
IranAmerika SerikatIRGC
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved