Breaking News:

berita viral

Keterlibatan Presiden Iran atas Kondisi Mojtaba Khamenei, 'Membutuhkan Operasi Plastik untuk Wajah'

Mojtaba disebut mengalami luka permanen yang mengubah drastis kehidupannya, tak hanya kehilangan fungsi kaki, wajah dan bibirnya membutuhkan oplas.

Tayang:
Editor: Sinta Darmastri
KOMPAS.COM/FOROUTAN via AFP
MOJTABA KHAMENEI - Mojtaba disebut mengalami luka permanen yang mengubah drastis kehidupannya, tak hanya kehilangan fungsi kaki, wajah dan bibirnya membutuhkan oplas. 

Ringkasan Berita:
  • Mojtaba disebut mengalami luka permanen yang mengubah drastis kehidupannya, tak hanya kehilangan fungsi kaki, wajah dan bibirnya membutuhkan operasi plastik
  • Meski fisiknya hancur, laporan itu mengklaim bahwa ketajaman mental Mojtaba tetap tidak terpengaruh
  • Sebagai seorang ahli bedah jantung profesional, Pezeshkian diduga terlibat langsung dalam tim medis yang menangani perawatan intensif Mojtaba Khamenei

 

TRIBUNSTYLE.COM - Kabut misteri yang menyelimuti suksesi kepemimpinan di Iran perlahan mulai tersingkap. Pasca-serangan udara dahsyat yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei sang putra mahkota, Mojtaba Khamenei, kini dikabarkan tengah berjuang di ambang batas fisik yang berat.

Laporan eksklusif The New York Times pada Kamis (23/4/2026) mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai kondisi kesehatan figur yang digadang-gadang akan menjadi penerus takhta Iran tersebut. Mojtaba disebut mengalami luka permanen yang mengubah drastis kehidupannya.

Perjuangan Medis di Balik Pintu Rahasia

Serangan tersebut tidak hanya mengguncang peta geopolitik Timur Tengah, tetapi juga meninggalkan luka fisik yang dalam pada tubuh Mojtaba. Mengutip keterangan sejumlah pejabat Iran, kondisi fisik pria yang selama ini sangat tertutup tersebut sangat memprihatinkan.

“Salah satu kakinya telah dioperasi tiga kali dan ia sedang menunggu kaki palsu,” ungkap para pejabat tersebut.

Tak hanya kehilangan fungsi kaki, Mojtaba juga dikabarkan harus menjalani serangkaian operasi pada salah satu tangannya. Meski perlahan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan fungsi anggota tubuh, tantangan terberat justru muncul pada bagian wajahnya yang mengalami luka bakar parah.

Sumber tersebut menambahkan bahwa, “Wajah dan bibirnya mengalami luka bakar parah, sehingga menyulitkannya untuk berbicara,” dan menegaskan bahwa, “pada akhirnya, ia akan membutuhkan operasi plastik.”

Baca juga: Babak Baru Teluk Persia, Ambisi Mojtaba Khamenei Depak Pengaruh AS dan Kendali Penuh Selat Hormuz

Mental yang Tak Goyah di Tengah Keterbatasan

Meski fisiknya hancur, laporan itu mengklaim bahwa ketajaman mental Mojtaba tetap tidak terpengaruh. Ia disebut masih memiliki kesadaran penuh dan tetap memantau urusan krusial negara, meski cara berkomunikasinya kini harus berubah total.

Akibat kesulitan bicara dan protokol keamanan yang sangat ketat, Mojtaba dilaporkan berada dalam persembunyian yang sulit ditembus. Akses terhadap dirinya dibatasi secara ekstrem. Segala instruksi kenegaraan darinya kini harus disampaikan melalui pesan tulisan tangan yang kemudian diedarkan kepada pihak-pihak terkait.

Era Baru: Kendali Sementara di Tangan Jenderal Garda Revolusi

Kondisi kesehatan Mojtaba yang belum pulih memicu pergeseran peta kekuatan di internal Teheran. Untuk sementara waktu, Mojtaba dikabarkan telah mendelegasikan otoritas pengambilan keputusan strategis kepada para petinggi Garda Revolusi Iran (IRGC).

Sebagai kekuatan militer ideologis paling berpengaruh, para jenderal IRGC kini memegang kendali penuh. Mereka memandang eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel bukan sekadar perang fisik, melainkan ancaman langsung terhadap kelangsungan rezim.

Di bawah kendali militer ini, Iran mulai menunjukkan taringnya dengan langkah-langkah agresif, termasuk manuver blokade di Selat Hormuz yang menjadi jalur nadi energi dunia.

Baca juga: Mojtaba Khamenei Tak Kunjung Muncul di Publik, Diduga Alami Cedera hingga Negosiasi Iran-AS Rumit

Keterlibatan Presiden Masoud Pezeshkian

Menariknya, dalam proses pemulihan yang sangat rahasia ini, sosok Presiden Iran Masoud Pezeshkian disebut memegang peranan kunci. Sebagai seorang ahli bedah jantung profesional, Pezeshkian diduga terlibat langsung dalam tim medis yang menangani perawatan intensif Mojtaba Khamenei.

Di sisi lain, para komandan tinggi Garda Revolusi dilaporkan tidak menjenguk Mojtaba secara langsung demi menjaga kerahasiaan lokasi dan alasan keamanan yang sangat tinggi.

Kini, dunia tengah menanti, apakah operasi plastik dan kaki palsu yang akan dikenakan Mojtaba mampu mengembalikannya ke panggung kekuasaan, ataukah kendali para jenderal Garda Revolusi akan menjadi permanen dalam menentukan masa depan Iran.

(TribunStyle.com/Diolah dari artikel di Kompas.com)

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
IranMojtaba KhameneiPresiden Iranoperasi plastikkaki palsu
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved