berita viral
Kabar Baik, Satu Kapal LPG Menuju Indonesia Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Data Tanker Lainnya
Sebuah kapal bernama Crave, yang membawa muatan liquefied petroleum gas (LPG) dari Uni Emirat Arab menuju Indonesia setelah lolos dari Selat Hormuz.
Editor: Sinta Darmastri
Ringkasan Berita:
- Sebuah kapal bernama Crave, yang membawa muatan liquefied petroleum gas (LPG) dari Uni Emirat Arab menuju Indonesia setelah lolos dari Selat Hormuz
- Kabar ini menjadi angin segar mengingat posisi strategis LPG bagi konsumsi domestik
- Menariknya, tidak semua kapal melintas dengan mengandalkan keberuntungan semata
TRIBUNSTYLE.COM - Sejak fajar perang pecah pada 28 Februari 2026, kawasan Teluk Persia seolah berubah menjadi zona merah bagi pelayaran dunia. Pertempuran yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah mengguncang stabilitas jalur distribusi energi paling vital di planet ini.
Selat Hormuz, celah sempit yang mengalirkan seperlima pasokan minyak bumi dunia, kini berada dalam cengkeraman ketidakpastian. Di satu sisi, Amerika Serikat menerapkan strategi mencekik dengan blokade pelabuhan, sementara di sisi lain, Iran memainkan kartu kendali dengan buka-tutup akses pelintasan.
Namun, di balik bayang-bayang risiko tinggi, roda ekonomi global menolak berhenti. Data pelacakan terbaru dari LSEG dan Kpler menunjukkan fenomena menarik, sejumlah kapal tanker tetap nekat atau berhasil menembus selat tersebut.
Upaya Penyelamatan Energi: Dari Jepang hingga Indonesia
Jepang mencatatkan sejarah baru dalam konflik ini ketika kapal tanker Idemitsu Maru berbendera Panama berhasil melintas pada 28 April. Mengangkut 2 juta barel minyak dari Arab Saudi menuju Nagoya, ini adalah tanker pertama terkait Jepang yang berani melintas sejak genderang perang ditabuh.
Indonesia pun berada dalam daftar pantauan. Sebuah kapal bernama Crave, yang membawa muatan liquefied petroleum gas (LPG) dari Uni Emirat Arab, saat ini dilaporkan tengah dalam perjalanan menuju tanah air. Kabar ini menjadi angin segar mengingat posisi strategis LPG bagi konsumsi domestik.
Baca juga: Ketegangan Memanas, Iran Tahan Kapal di Selat Hormuz Usai Konflik dengan AS dan Israel
Diplomasi di Balik Kemudi
Menariknya, tidak semua kapal melintas dengan mengandalkan keberuntungan semata. Koordinasi diplomatik menjadi kunci utama. Thailand, misalnya, berhasil mengamankan jalur bagi kapal milik Bangchak Corporation. Kapal ini dilaporkan melintasi Selat Hormuz dengan aman setelah menjalin komunikasi diplomatik dengan Teheran, bahkan tanpa harus membayar biaya blokade.
Langkah serupa dilakukan oleh China. Beijing mengonfirmasi bahwa tiga kapal raksasa mereka, termasuk Cospearl Lake dan He Rong Hai, berhasil keluar dari selat setelah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengirimkan minyak ke wilayah Zhoushan dan Myanmar.
Baca juga: Donald Trump Perintahkan Tembak dan Bunuh Kapal Iran di Selat Hormuz: Tidak Boleh Ada Keraguan!
Peta Pergerakan Tanker Global Lainnya
Korea Selatan: Kapal Navig8 Macallister mengangkut 500.000 barel nafta menuju Ulsan, disusul oleh tanker Odessa yang menuju kilang Hyundai Oilbank.
India: Menjadi salah satu negara paling aktif dengan deretan kapal seperti Artman, Habrut, dan Marathi yang terus menyuplai minyak Saudi dan Abu Dhabi ke berbagai pelabuhan utama seperti Mumbai dan Sikka.
Malaysia: Mengandalkan tujuh kapal yang telah mendapat lampu hijau dari Iran, termasuk Serifos dan Ocean Thunder yang menuju Pelabuhan Malaka serta Pengerang.
Vietnam & Pakistan: Vietnam menempatkan Agios Fanourios I untuk memuat minyak dari Irak, sementara Pakistan mengirimkan Shalamar dan Khairpur untuk mengambil produk olahan di Uni Emirat Arab dan Kuwait.
Meskipun aktivitas pelayaran masih terlihat, volume distribusi ini tidak lagi sederas dulu. Setiap kapal yang melintas kini membawa beban risiko geopolitik yang sangat besar. Sebagaimana dilaporkan oleh Reuters pada Rabu (29/4/2026), Selat Hormuz tetap menjadi panggung utama di mana keamanan energi dunia sedang dipertaruhkan di atas meja perang.
(TribunStyle.com/Diolah dari artikel di Kompas.com)
Sumber: TribunStyle.com
| Kasus Kekerasan Seksual oleh 4 Mahasiswa Unair, Humas: Untuk Kronologi, Identitas, & Sanksi Rahasia |
|
|---|
| Cak Imin Takziah ke Rumah Duka Nur Ainia, Orangtua Kenang Sosok Ain sebagai Anak Emas Berprestasi |
|
|---|
| Kedok Petugas Haji Terbongkar, 3 WNI Terancam Denda dan Blacklist 10 Tahun Usai Diciduk di Mekkah |
|
|---|
| Penghormatan Terakhir untuk Guru Nurlaela, BKN: Berikan Penghargaan atas Dedikasi dan Pengabdiannya |
|
|---|
| Sosok Nurlela, Guru di Balik Program Kamis Liburan yang Kini Berpulang, Korban KRL di Bekasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/kapal-tanker-di-hormuz.jpg)