Berita Kriminal

Polisi Tetapkan 5 Tersangka dalam Kasus Penyelundupan 226 Anjing, Pelaku Sudah 10 Tahun Berbisnis

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Donal Harianto (duduk paling kiri) penyuplai ratusan ekor anjing ke wilayah Solo Raya bersama empat temannya.

Ketika ditanya nama warung yang selalu memesan daging anjing, Donal enggan menjawab.

Donal mengatakan transaksi antara dirinya dengan para pembeli dilakukan di sebuah lapangan di Wonosari, Klaten.

"Saya tidak tahu kalau supplier lainnya. Kami tak saling kenal," bebernya.

Keaslian Surat Perizinan Diselidiki

Saat proses pemeriksaan, sopir truk dapat menunjukkan sejumlah dokumen untuk perizinan pengiriman anjing yang telah ditanda tangani.

Donal Harianto mengaku menyetorkan uang sebesar Rp850 ribu untuk mendapatkan dua buah surat.

Surat keterangan jalan didapat dari Polsek Jalancagak Polres Subang.

Baca juga: FAKTA Truk Angkut 226 Anjing, Berangkat dari Sumedang Menuju Solo, Hendak Dijadikan Olahan Makanan

Truk membawa 226 anjing diberhentikan di gerbang Tol Otomatis (GTO) Kalikangkung Ngaliyan Semarang (istimewa)

Sementara surat perjalanan ternak dari Dinas peternakan dan kesehatan UPTD Subang.

"Betul, saya kasih Rp850 ribu ke dua lembaga di Subang untuk urus surat masing-masing UPTD saya bayar Rp 550 ribu, Polsek bayar Rp300 ribu," ucap tersangka, Rabu (10/1/2024), dikutip dari TribunJateng.com.

Kedua surat tersebut ditandatangani atas nama Binbing Dimas selaku Kepala UPTD Dinas Peternakan dan Kesehatan.

"Kalau surat dari UPTD keterangannya surat bawa hewan kalau Polsek bawa barang bukan hasil kejahatan."

"Dari UPTD surat saya peroleh dari Pak Bingbing. Kalau Polsek saya tak hafal karena orangnya ganti-ganti tapi yang jelas saya urus surat di dalam Polsek," bebernya.

Menurut Donal, setiap akan mengirimkan anjing, pihaknya mengurus surat dari dua lembaga resmi tersebut.

Ia mengaku mendapatkan anjing secara resmi dan bukan hasil pencurian.

"Saya punya 11 supplier anjing di Subang, Tasikmalaya dan Sumedang. Dulu pernah di Garut tapi sekarang stoknya sudah sedikit."

Halaman
1234