Martijn rutin berhubungan dengan saudara tirinya, grup WhatsApp mereka sangat aktif.
Mereka berbicara satu sama lain tentang kehidupan sehari-hari, saling mendukung untuk mengatasi kesulitan seperti putus cinta.
Dia mengatakan dia tidak akan pernah tahu motif Karbaat melakukan penipuan besar-besaran ini.
Sejak dia meninggal, dia dan saudara-saudaranya duduk bersama dan membuat beberapa asumsi:
“Mungkin karena teknologi untuk menggunakan sperma beku saat itu belum ada.
Mungkin pendonor tidak datang dan ada wanita di klinik yang sangat ingin punya bayi.
Bisa juga untuk ego dan keuntungan finansial," katanya.
Saat ditanya bagaimana perasaannya terhadap ayah kandungnya, Martijn berkata: “Saya punya ayah yang membesarkan saya. Saya memiliki 50 persen gen
saya dari Karbaat tetapi dia bukan ayah saya.”
(TribunStyle/ Amr)
Baca artikel lainnya terkait berita viral