TRIBUNSTYLE.COM - Astagfirullah, nahas nasib seorang wanita muda di Surabaya berinisial AHS (sebelumnya disebut AM).
AHS mengaku telah dianiaya oleh tiga laki-laki di dekat Jembatan Suramadu sisi Surabaya hingga mengalami kejang-kejang.
Wanita 21 tahun itu mengatakan, satu di antara pelaku yang menganiaya adalah pacarnya. Sementara, dua orang lain merupakan saudara dari pacar AHS.
Insiden penganiayaan ini bermula ketika korban janjian bertemu di kawasan Suramadu sisi Surabaya untuk membicarakan kehamilannya dari hasil hubungan bersama pelaku.
Pelaku saat itu menyarankan untuk menggugurkan kandungan, dan kemudian korban dianiaya.
Korban mengaku, setelah berita tentangnya viral, ia sempat ditelepon ibu kekasihnya.
Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Iptu Muhammad Prasetyo mengatakan, pihaknya melakukan penyelidikan dengan cermat.
Baca juga: NASIB Pilu Gadis Surabaya Minta Pertanggungjawaban Pacar Karena Hamil Malah Dicekoki Obat Aborsi
Tindakan pertama adalah, korban melakukan visum. Kini pihaknya tengah memburu para pelaku.
"Kami sudah membentuk tim gabungan. Tim itu kami sebar untuk memburu pelaku," ujar Iptu Muhammad Prasetyo, Kamis (26/10/2023).
Belum ditangkapnya pelaku membuat korban ketar-ketir.
Sampai-sampai korban meminta pertolongan Polsek Semampir untuk menjaga keselamatannya.
Kapolsek Semampir, Kompol Eko Adi Wibowo membenarkan pihaknya tengah mensiagakan anggota untuk memantau rumah korban.
Hal ini melibatkan pihak pengurus kampung setempat.
"Ya benar dipantau atau patroli, dan kerja sama dengan pengurus RT," ujarnya.
Sebelumnya, AHS atau AM (21) wanita muda yang sempat kejang-kejang hingga muntah di dekat Jembatan Suramadu sisi Surabaya, Minggu (22/10/2023) malam dievakuasi ke Puskesmas Kedinding Surabaya.