Luhut mengatakan, kebakaran di TPA Sarimukti sama seperti kebakaran lahan gambut.
"Kita tahu TPA Sarimukti terbakar hampir 2 minggu tidak berhenti karena itu sama dengan (kebakaran) gambut."
"Kedalamannya bisa sampai puluh meter, kalau terbakar di bawahnya ada gas metan," ujarnya saat berkunjung ke Cililin, KBB, Selasa (29/8).
Menurutnya, kebakaran TPA Sarimukti sulit dipadamkan karena terdapat gas metan di dalam lapisan tumpukan sampah yang ikut terbakar dan menjadi bara, sehingga untuk menghentikan kebakaran tersebut harus turun hujan.
"Memerlukan waktu. Kalau hujan deras sampai tiga hari, itu pengalaman saya saat ada kebakaran hutan 2015 di Palembang maupun di Kalimantan."
"Kita terus berjibaku menangani itu dan memang relatif terkendali," kata Luhut.
....
(nandri prilatama/lutfi a mauludin/aldi/hilman kamaludin)
(*)
Artikel diolah dari TribunJabar.id