Berita Kriminal

'Diseret ke Semak-semak' Kakek Bejat di Tangerang Sodomi Anak Disabilitas, Kepergok Masih Mengelak

Editor: Putri Asti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ulah bejat seorang kakek di Tangerang yang nekat meminta anak disabilitas untuk menyodominya.

TRIBUNSTYLE.COM - Astaghfirullah, ulah bejat seorang kakek yang nekat meminta anak berkebutuhan khusus untuk menyodominya.

Kejadian miris ini terjadi di kawasan Puri Beda 2, Larangan, Kota Tangerang.

Pelaku kepergok keluar dari semak-semak untuk berbuat tidak sononoh dengan melakukan hubungan badan sesama jenis.

Saat ditangkap, kakek bejat tersebut masih bisa mengelak.

Seperti apa kisah lengkapnya?

Seorang kakek nekat sodomi anak berkebutuhan khusus (ist)

Seorang kakek berinisial K ditangkap polisi karena diduga memperalat anak berkebutuhan khusus untuk menyodominya di kawasan Puri Beda 2, Larangan, Kota Tangerang.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota Kompol Rio Mikael Tobing mengatakan, peristiwa terjadi pada Rabu (26/7/2023) sekitar pukul 17.55 WIB.

Baca juga: JIJIK! Ayah di Pangkalpinang Tega Sodomi Anak Lelakinya, Istri Syok saat Pergoki Chat Minta Jatah

Mulanya, korban bernisial RRS yang saat itu sedang bermain layang-layang di lapangan, tiba-tiba diajak K untuk ke semak-semak.

Di sana, K menyuruh korban untuk berbuat tidak sononoh dengan melakukan hubungan badan sesama jenis.

"Korban adalah anak yang berkebutuhan khusus," kata Rio saat dikonfirmasi, Senin (31/7/2023).

Rio mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah dua saksi berinisial R dan MI mencurigai mereka.

Saat itu, R dan MI melihat K mengajak korban ke semak-semak pada sore hari.

Ilustrasi, kakek tega sodomi bocah laki-laki di semak-semak. (SCMP)

R dan MI kemudian membuntuti mereka meski akhirnya tidak berhasil menemukan pelaku dan korban.

"Saksi mencari-cari, tetapi tersebut tidak menemukannya karena sudah mulai gelap dan lapangan cukup luas. Tetapi, sekitar jam 18.40 WIB, kedua orang tersebut keluar dari semak-semak lapangan," ucap Rio.

Lebih lanjut, Rio mengatakan, R dan MI kemudian menginterogasi korban.

Halaman
123