HEBOH Perawat Wisma Atlet Berhubungan Sesama Jenis dengan Pasien, Begini Nasibnya Sekarang

Editor: vega dhini lestari
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi

Seperti dikutip Reuters, pejabat Badan Kesehatan Swedia Sara Byfors mengatakan, turis yang tidak diidentifikasi namanya itu telah diisolasi setelah tiba di Swedia dan sejauh ini tidak ada kasus positif lebih lanjut yang terdeteksi.

Varian baru virus corona dianggap lebih dapat ditularkan daripada virus corona beredar saat ini.

Swedia memberlakukan pembatasan perjalanan awal bulan ini pada penumpang dari Inggris di tengah kekhawatiran atas varian tersebut.

Tindakan serupa telah diambil oleh beberapa negara lain di Uni Eropa dan di seluruh dunia.

Sebelumnya, varian baru virus corona ini juga telah ditemukan di Singapura, Jepang, Prancis, Afrika Selatan dan Nigeria.

Varian baru lain dari virus corona yang muncul di Nigeria, diperlukan penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebarannya.

Penemuan ini dapat menambah peringatan baru dalam pandemi corona setelah varian serupa dari virus SARS-CoV-2 yang kabarnya 70% lebih mudah menular diumumkan di Inggris dan Afrika Selatan, yang membuat adanya pembatasan perjalanan internasional dan tindakan lain saat dunia memasuki musim liburan.

"Ini adalah garis keturunan terpisah dari Inggris dan Afrika Selatan," kata John Nkengasong, Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC Afrika) kepada wartawan seperti dikutip Al Jazeera.

Nkengasong mengatakan, CDC Nigeria dan Pusat Genomik Penyakit Menular di negara itu akan menganalisis lebih banyak sampel varian baru virus corona.

“Beri kami waktu… ini masih sangat awal,” katanya.

Baca juga: Muncul Virus Corona Varian Baru, Inggris Lakukan 10.000 Tes Covid-19 untuk 4.500 Pengemudi Truk

Baca juga: Alami Demam & Flu Tapi Tak Yakin Itu Covid-19? Yuk Simak Gejala Pasti Virus Corona, Jangan Tertipu!

Peringatan tentang varian baru yang tampak didasarkan pada dua atau tiga urutan genetik, kata Nkengasong. Tetapi, peringatan dari Afrika Selatan pada akhir pekan lalu cukup untuk mendorong pertemuan darurat CDC Afrika minggu ini.

Varian baru virus corona tersebut ditemukan dalam dua sampel pasien yang dikumpulkan pada 3 Agustus dan pada 9 Oktober di negara bagian Osun, Nigeria, menurut makalah penelitian yang dilihat oleh kantor berita The Associated Press.

Tidak seperti varian baru corona yang terlihat di Inggris.

CDC Afrika belum mengamati peningkatan garis keturunan yang begitu cepat di Nigeria dan tidak memiliki bukti yang menunjukkan bahwa varian P681H berkontribusi pada peningkatan penularan virus di Nigeria.

"Namun, perbedaan relatif dalam skala surveilans genom di Nigeria vs Inggris mungkin menyiratkan penurunan kekuatan untuk mendeteksi perubahan tersebut,” sebut CDC.

Lonjakan infeksi

Halaman
1234