Haidar Putra Elvy Sukaesih Disebut Gila, Keluarga Dhawiya Tak Terima, Ungkap Kejadian 5 Tahun Lalu

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jumlah Ganti Rugi pada Pemilik Warung yang Diamuk Putra Elvy Sukaesih, Diselesaikan Secara Damai

Baru-baru ini sedang heboh kabar anak dari pedangdut senior Elvy Sukaesih yang mengidap skizofrenia.

Beredar kabar jika kakak Dhawiya ini mengalami penyakit gangguan mental.

Tak terima Haidar disebut gila, keluarga Elvy Sukaesih angkat bicara dan ungkap kejadian pilu 5 tahun lalu.

TRIBUNSTYLE.COM - Kelaurga Elvy Sukaesih kembali diguncang masalah.

Setelah kasus narkotika Dhawiya usai, kini Haidar, putra sulung Elvy Sukaesih menjadi sorotan publik.

Beberapa waktu lalu putra sulung Elvy Sukaesih sempat mengamuk di warung milik tetangganya sendiri, berujung menghancurkan perabot warung. 

Melansir laman Kompas.com, Haidar mengamuk di warung milik tetangganya pada Kamis (12/9/2019).

Penyanyi dangdut Elvy Sukaesih dan kedua putrinya, Fitria Sukaesih dan Dhawiya Sukaesih saat menggelar jumpa pers di kediamannya di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu (14/9/2019). ((KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG ))

Anak Elvy Sukaesih Idap Gangguan Mental, Inilah 7 Mitos Tentang Skizofrenia yang Salah Kaprah

Penyebab Putra Elvy Sukaesih Skizofrenia, Kakak Dhawiya Kehilangan Anak, Mimpi Jadi Penyanyi Kandas

Pemicunya adalah, Haidar tidak bisa utang rokok di warung milik Juanedi (48).

Kejadian bermula pukul 19.30 WIB, ART Haidar datang ke warung milik Juanedi untuk utang tiga bungkus rokok.

Namun, rokok di warung Junaedi hanya tersisa satu bungkus.

"Minta utang rokok tiga bungkus tapi saya cuma ada satu belum belanja lagi. Terus pembantunya lapor ke dia (Haidar)," kata Junaedi, dikutip dari Kompas.com. 

ART Haidar pun pulang, tak lama, Haidar mendatangi warung dan langsung menyerang Junaedi menggunakan senjata tajam.

Beruntung Junaedi dapat menghindar, dan selamat dari amukan Haidar.

Setelah bisa kabur, Junaedi kemudian melaporkan kejadian yang menimpanya ke polisi.

Polisi datang untuk mengamankan Haidar dan menanyai para saksi tentang kronologi amukan Haidar. 

Halaman
1234