Jenazah mereka ditemukan oleh polisi setelah seorang kerabat yang disebut pihak berwenang, mengatakan kepada mereka bahwa tidak ada yang merespon ketukan pintu di apartemen di Tuen Mun, lingkungan perumahan Hong Kong.
Sebuah pisau 30 sentimeter, yang diduga telah digunakan dalam serangan itu, ditemukan di tempat kejadian.
Sebelum melakukan pembunuhan, Pang terang-terangan mengaku lebih baik mati daripada terus hidup dengan penyakit itu.
Ia menulis di sebuah forum online:
"Penderita eksim yang melahirkan anak lebih parah dari orang miskin yang mempunyai anak."
"Kalau miskin kita bisa mengubah kehidupan dengan bekerja keras."
"Namun jika eksim, saya terpaksa menanggung siksa sepanjang hayat, tanpa sebuah perubahan" tulis Pang dalam sebuah blog.
Pang menulis di forum bahwa dia menderita efek samping dari steroid yang dia gunakan untuk mengobati kondisi tersebut.
Ini membuat kulitnya tidak nyaman.
Dia menambahkan bahwa memiliki kondisi itu berarti "tidak ada yang dapat Anda lakukan kecuali menunggu dan mati," dan bahwa "kehidupan sosialnya (semua) hilang."
Jenazah Pang sendiri ditemukan dengan kondisi kepalanya ditutup kantong plastik yang terhubung pada pipa.
(TribunStyle/Yohanes Endra)
• Setiap Jam 6 Pagi, Bayi 15 Bulan Bisa Keluar Kamar yang Ditutup Rapat, CCTV Ungkap Misterinya
• Belum Ada Sebulan Menikah, Meghan Markle Dinilai Melanggar Aturan Kerajaan, Gaun Terlalu Terbuka?
• Baru 8 Bulan Pacaran, Gadis Nekat Tinggal Serumah Bareng Pacar, Ia Menyesal Lihat Permainan Kotornya
• Suami Temukan Tengkorak Saat Berkebun, Istri Beri Reaksi Dingin: Kubur Saja dan Kita Lupakan Ini
• Makan di Restoran, Cewek Kaget Lihat Isi Tagihan, Bukan Soal Harga tapi Ia Jadi Luar Biasa Ketakutan