Cerita Viral

Tak Terima Punya 'Penyakit Keturunan', Anak Tega Membunuh Orang Tua: Saya Tersiksa Sepanjang Hayat

Penulis: Yohanes Endra Kristianto
Editor: Yohanes Endra Kristianto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pang Ching-yu

TRIBUNSTYLE.COM - Seorang mahasiswa dari Hong Kong bernama Pang Ching-yu tega membunuh kedua orangtuanya sebelum ia bunuh diri.

Yang lebih memilukan, peristiwa tragis ini dilakukan wanita berusia 23 tahun itu tepat di Hari Ayah.

Alumni ilmu keperawatan ini dikabarkan tega melakukan perbuatan keji gara-gara mempunyai penyakit eksim yang dia miliki.

Eksim adalah kelainan kulit dengan ciri peradangan atau bengkak, kemerahan, dan rasa gatal.

Diminta Pilih Krisdayanti atau Syahrini, Jawaban Anang Hermansyah Membuatnya Dihukum Ashanty

Walaupun tidak menular, kelainan ini menyebabkan rasa tidak nyaman pada bagian kulit yang terkena, tulis docdoc.com.

Eksim umumnya terjadi pada masa kanak-kanak, misalnya pada bayi dan anak usia muda.

Pada awalnya, bagian-bagian kulit tertentu akan memerah, teriritasi, kering, dan bersisik.

Beberapa kasus eksim bahkan dapat menyebabkan pembentukan lepuh yang nantinya akan mengeluarkan air.

Pengeluaran air ini merupakan indikasi bahwa eksim sudah menjadi infeksi.

Eksim (Eczema) juga dikenal sebagai dermatitis.

Meski penyebabnya genetik (keturunan), sepanjang tak ada faktor pencetusnya, eksim ini tidak akan timbul.

Jadi, kalau gejalanya masih sedikit gatal atau merah, lebih baik langsung diingat-ingat apa yang sudah dimakan dan dikenakan, lalu cepat hindari agar tidak berkepanjangan.

Dari sinilah, Pang Ching-yu mulai menyalahkan orangtuanya.

Pang Ching-yu ()

Pang menganggap bahwa orangtuanya telah 'menurunkan' penyakit eksim kepadanya.

Melansir BBC Hong Kong, sebuah laporan polisi menemukan bahwa Pang menyerang orangtuanya dengan menimbulkan luka fatal pada dada ayahnya, serta dada, pinggang dan kaki ibunya.

Jenazah mereka ditemukan oleh polisi setelah seorang kerabat yang disebut pihak berwenang, mengatakan kepada mereka bahwa tidak ada yang merespon ketukan pintu di apartemen di Tuen Mun, lingkungan perumahan Hong Kong.

Sebuah pisau 30 sentimeter, yang diduga telah digunakan dalam serangan itu, ditemukan di tempat kejadian.

Sebelum melakukan pembunuhan, Pang terang-terangan mengaku lebih baik mati daripada terus hidup dengan penyakit itu.

Ia menulis di sebuah forum online:

"Penderita eksim yang melahirkan anak lebih parah dari orang miskin yang mempunyai anak."

"Kalau miskin kita bisa mengubah kehidupan dengan bekerja keras."

"Namun jika eksim, saya terpaksa menanggung siksa sepanjang hayat, tanpa sebuah perubahan" tulis Pang dalam sebuah blog.

Pang menulis di forum bahwa dia menderita efek samping dari steroid yang dia gunakan untuk mengobati kondisi tersebut.

Ini membuat kulitnya tidak nyaman.

Dia menambahkan bahwa memiliki kondisi itu berarti "tidak ada yang dapat Anda lakukan kecuali menunggu dan mati," dan bahwa "kehidupan sosialnya (semua) hilang."

Jenazah Pang sendiri ditemukan dengan kondisi kepalanya ditutup kantong plastik yang terhubung pada pipa.

(TribunStyle/Yohanes Endra)

• Setiap Jam 6 Pagi, Bayi 15 Bulan Bisa Keluar Kamar yang Ditutup Rapat, CCTV Ungkap Misterinya

• Belum Ada Sebulan Menikah, Meghan Markle Dinilai Melanggar Aturan Kerajaan, Gaun Terlalu Terbuka?

• Baru 8 Bulan Pacaran, Gadis Nekat Tinggal Serumah Bareng Pacar, Ia Menyesal Lihat Permainan Kotornya

• Suami Temukan Tengkorak Saat Berkebun, Istri Beri Reaksi Dingin: Kubur Saja dan Kita Lupakan Ini

• Makan di Restoran, Cewek Kaget Lihat Isi Tagihan, Bukan Soal Harga tapi Ia Jadi Luar Biasa Ketakutan