Tips Sehat
Petualangan Kuliner yang Mengubah Cara Pandang Saya terhadap Makanan Sehat
Perjalanan kuliner ini membuka mata saya! Ternyata, makanan sehat bisa lezat dan menggugah selera. Simak pengalaman yang mengubah cara pandang saya,
Editor: Tim TribunStyle
Perjalanan kuliner ini membuka mata saya! Ternyata, makanan sehat bisa lezat dan menggugah selera. Simak pengalaman yang mengubah cara pandang saya.
TRIBUNSTYLE.COM - Saya dikenal di antara keluarga dan teman-teman sebagai pecinta makanan berat. Tinggal di New York City memberi saya kesempatan untuk mengeksplorasi kecintaan ini lebih jauh.
Sejak pindah ke sini, saya bertekad mencoba berbagai masakan dan restoran tanpa membuat rekening bank saya jebol. Misi ini tentu tidak mudah, tetapi sangat menyenangkan.
Selama enam bulan terakhir, saya menikmati petualangan kuliner dari restoran Italia di East Village hingga burger trendi di Midtown.
Namun, dalam beberapa minggu terakhir, saya mulai merasa tidak nyaman badan terasa berat dan sering kembung. Saat gejala ini tidak kunjung hilang, saya mulai mencari solusi.
Saya mempertimbangkan beberapa pilihan, seperti diet jus, Whole30, atau langsung berhenti makan makanan berat. Namun, saya tahu saya tidak akan tahan hanya mengonsumsi jus dan sayuran mentah, serta tidak bisa hidup dengan diet ketat.
Saat saya sedang kebingungan, seorang teman saya yang baru saja pindah kerja ke perusahaan kesehatan, Sakara Life, mengenalkan saya pada program mereka.
Sakara Life adalah layanan pengiriman makanan sehat berbasis nabati yang populer di kalangan model dan selebriti seperti Lily Aldridge.
Program ini menawarkan makanan bernutrisi tinggi yang tidak hanya sehat tetapi juga mengenyangkan.
Saya tumbuh di keluarga yang bergerak di bisnis produksi makanan, jadi sejak kecil saya terbiasa dengan konsep makan pelangi mengonsumsi makanan berwarna-warni yang kaya akan nutrisi.
Diet berbasis nabati juga dikenal lebih menghidrasi tubuh, yang penting untuk keseimbangan nutrisi. Setelah berbincang dengan pendiri Sakara, Whitney Tingle dan Danielle Duboise, saya semakin tertarik mencoba program ini.
Mereka menjelaskan bahwa tidak ada aturan ketat dalam pola makan ini, melainkan hanya memanfaatkan makanan sebagai obat alami.
Makanan harus menjadi sahabat, bukan musuh," kata mereka. Pernyataan ini langsung menyentuh hati saya sebagai pecinta kuliner.
Ketika pesanan pertama saya tiba, saya langsung bersemangat untuk mencoba. Setiap makanan dikemas dengan rapi dan penuh warna, membuat saya semakin penasaran.
Berikut adalah menu yang saya nikmati dalam dua hari pertama:
Hari 1:
Sarapan: Wafel protein kelapa dengan sirup kapulaga
Makan siang: Mie kale dengan saus piccata bunga matahari
Makan malam: Sakara Earth Bowl
Hari 2:
Sarapan: Oatmeal Thailand manis dengan mangga dan santan kefir
Makan siang: Salad pelangi Jepang dengan wortel acar dan rumput laut
Makan malam: Sakara burrito bowl
Selain makanan utama, saya juga mendapat air pagi yang mengandung air mawar dan mineral untuk kecantikan, serta air malam yang mengandung chlorella untuk detoksifikasi.
Yang mengejutkan, semua makanan ini tidak hanya lezat tetapi juga mengenyangkan! Saya sadar bahwa makanan sehat bisa tetap memuaskan.
Selain itu, tidak perlu memasak atau memikirkan menu selama dua hari penuh memberi saya ketenangan dan mengurangi stres dalam merencanakan makanan.
Namun, efek paling mengejutkan adalah bagaimana tubuh saya langsung terasa lebih ringan dan nyaman. Rasa tidak enak yang saya alami sebelumnya perlahan menghilang.
Saya juga menyadari bahwa setiap makanan dikemas dengan label yang menjelaskan kandungan nutrisinya, sehingga saya belajar lebih banyak tentang pola makan sehat.
Awalnya, saya tidak pernah membayangkan diri saya bisa menjalani diet berbasis nabati. Namun, setelah program Sakara selesai, saya mencoba menerapkannya sendiri.
Saya mulai dengan bahan-bahan yang sudah familiar, seperti bayam dan ubi jalar. Saya juga menemukan bahwa roti kacang hitam bisa menjadi alternatif lezat untuk burger favorit saya. Untuk sarapan, saya tetap mengonsumsi oatmeal dengan madu, tetapi menambahkan variasi buah setiap hari.
Saya juga menyimpan camilan sehat seperti cranberry kering dan keripik kale untuk mengatasi keinginan ngemil.
Minggu ini ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan. Memang, saya mulai merindukan kebiasaan makan lama saya, tetapi saya merasa lebih baik dan lebih sehat.
Saya tidak tahu apakah ini akan menjadi gaya hidup permanen, tetapi satu hal yang pasti: ini bukan kali terakhir saya mencoba pola makan berbasis nabati. (TribunSytle.com/ yourtango.com/ Aris)
| Rahasia Agar Anak Suka Sayur Tanpa Dipaksa |
|
|---|
| 10 Camilan Sehat & Lezat yang Anak Pasti Mau Makan Menurut Ahli Gizi |
|
|---|
| Rahasia Tubuh Pantai Ideal: 10 Kebiasaan Sehat yang Harus Anda Coba! |
|
|---|
| 2 Suplemen Ajaib untuk Kesehatan Usus Wanita, Terutama Saat Menopause |
|
|---|
| 9 Khasiat Jahe yang Wajib Anda Ketahui & Seberapa Banyak Harus Dikonsumsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/Perjalanan-kuliner.jpg)