Berita Viral
Gedung Pencakar Langit di Jepang Tetap Kokoh Berdiri Meski Diguncang Gempa, Ternyata Ini Rahasianya
RAHASIA gedung pencakar langit di Jepang tetap berdiri kokoh meski diguncang gempa.
Editor: Ika Putri Bramasti
Bentuk bantal tersebut seperti balok karet setebal 30-50 cm. Saat pemasangan tiang-tiang bangunan sampai ke pondasi, tiang-tiang tersebut bertumpu pada bantalan karet tersebut.
Adaptasi pada bagian dasar bangunan merupakan salah satu cara utama agar bangunan dapat tahan terhadap gempa.
Namun peredam gerakan di sepanjang ketinggian bangunan juga dapat meningkatkan ketahanan bangunan.
Spesialis Seismik di Universitas College London Ziggy Lubkowski mengatakan, sebuah gedung tinggi mungkin akan bergerak sejauh 1,5 meter saat gempa.
“Jika Anda memasang peredam pada tingkat tertentu, Anda dapat mengurangi gerakan tersebut sehingga mencegah kerusakan pada bangunan bagian atas,” kata Ziggy.
Perangkat kompleks untuk menyerap energi gempa dan meredakan guncangan bukanlah satu-satunya cara untuk membuat bangunan tahan terhadap gempa.
Metode lain yang bisa dilakukan adalah soal tata letak dan desain bangunan itu sendiri.
“Jika setiap lantai memiliki ketinggian yang sama dan semua kolom berada pada jarak yang sama, bangunan akan bekerja lebih baik saat terjadi gempa,” papar Ziggy.
Lakukan Kolaborasi
Namun sayangnya, para perancang gedung pencakar langit enggan melakukan kompromi semacam itu. Hal ini membuat adanya perbedaan visi antara arsitek dengan ahli bangunan.
Meski pertentangan antara arsitek dan para ahli bangunan kerap terjadi, namun untungnya di Jepang, para arsitek juga dididik tentang gempa bumi, sehingga mereka bisa berkolaborasi dengan lebih fleksibel.
Menara Skytree di Tokyo contohnya merupakan struktur yang dibangun dengan gaya 'neofuturistik' dan menggabungkan beberapa elemen pagoda tradisional Jepang,.
Pada bagian pilar tengah gedung, dipasangi beberapa peredam seismik sehingga dapat menyerap energi gempa.
Untuk meredam kerusakan bangunan karena dihantam gempa, Jun berupaya mengembangkan berbagai solusi teknik seismik yang fungsional dan elegan.
Salah satunya adalah penggunaan struktur jaring untuk membantu mencegah tekuk penyangga pada bangunan.
Jika salah satu bagian gedung tertekuk, ada jaring yang bisa membantu menghentikan pembengkokan dan mendistribusikan penyerapan energi.
Menciptakan bangunan tahan gempa tidaklah statis. Teknologi terus berkembang pesat sehingga dampatk kerusakan bangunan ketika gempa bisa diminimalkan.
(Kompas.com/Masya Famely Ruhulessin).
Artikel ini diolah dari Kompas.com
Sumber: Kompas.com
| Situasi Mencekam Rumah Kades Hoho di Banjarnegara, Jateng Diteror Bom Molotov, Mobil Hangus Terbakar |
|
|---|
| Lawan Hoaks Program MBG, BGN Perkuat Benteng Informasi di Daerah: Berjalan di Jalur yang Benar |
|
|---|
| Menikmati Perjalanan Sambil Masak Mi Instan Pakai Panci Listrik di Kereta, Berujung Minta Maaf |
|
|---|
| Sosok Ferizka Utami, Pemijat Totok Sirih Bayi yang Videonya Viral, Reaksi saat Dikritik Dokter Anak |
|
|---|
| Beda Gaya Kepemimpinan! Dedi Mulyadi Turun ke Jalan, Rudy Mas'ud Pilih Balik Kanan Takut Dilempari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/RAHASIA-gedung-pencakar-langit-di-Jepang.jpg)