Palestina vs Israel
TERUNGKAP Kondisi Mental Para Sandera Hamas Setelah Dibebaskan, Psikiater Israel Tak Bisa Percaya
Psikiater Israel mengatakan para sandera Hamas telah mengalami pelecehan dan trauma terburuk yang pernah ia saksikan dalam kariernya.
Editor: Amirul Muttaqin
Eitan mengatakan cuplikan berita tentang reuni yang menggembirakan ketika 120 sandera dibebaskan pada minggu terakhir bulan November menutupi kenyataan mendasar yang lebih gelap.
“Awalnya saat mereka kembali, mereka tampak sangat bahagia dan lega.
Dan kami juga sangat optimis,” ujarnya.
“Anda mungkin pernah melihat video anak-anak berlari ke pelukan ayahnya," tambahnya.
Baca juga: Tal Mitnick, Sosok Remaja Israel Ogah Perangi Hamas di Gaza, Kritik Israel & IDF yang Bunuh Sandera
“Tetapi setelah satu atau dua hari, kami melihat sisi lain dan kami menyadari bahwa mereka mengalami mimpi buruk yang parah, mereka memiliki ingatan yang mengganggu, mereka sangat, sangat ketakutan," ujarnya.
"Beberapa dari mereka menolak untuk meninggalkan ruangan, dan mereka mengalami gejala disosiatif yang parah, di mana suatu saat mereka mengetahui bahwa mereka kembali ke Israel, di rumah sakit, dan saat berikutnya mereka takut bahwa mereka masih berada dalam tahanan Hamas," tambahnya.
Eitan mengatakan anak-anak di antara kelompok sandera yang dirawat di pusat penahanannya semuanya telah diberi ketamin atau benzodiazepin di penangkaran.
(KOMPAS.com/ Tito Hilmawan Reditya)
Diolah dari artikel di KOMPAS.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ilustrasi-penculikan-gadis-diikat-tangannya-untuk-disandera.jpg)