Palestina vs Israel
Tal Mitnick, Sosok Remaja Israel Ogah Perangi Hamas di Gaza, Kritik Israel & IDF yang Bunuh Sandera
Seorang remaja Israel dipenjara lantaran menolak untuk mengambil bagian dalam perang melawan Hamas di Gaza, Palestina.
Editor: Dhimas Yanuar
TRIBUNSTYLE.COM - Ini dia sosok Tal Mitnick (18).
Remaja Israel itu rela dipenjara lantaran menolak untuk ikut perang melawan Hamas di Gaza, Palestina.
Pengadilan militer Israel telah menjatuhkan hukuman kepada remaja tersebut selama 30 hari penjara.
“Saya menolak untuk percaya bahwa lebih banyak kekerasan akan membawa keamanan, saya menolak untuk mengambil bagian dalam perang balas dendam,” kata Mitnick dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh surat kabar The Jerusalem Post.
Mitnick mengatakan tak setuju dengan adanya kekerasan dalam perang.
“Di dunia yang kita tinggali ini penuh dengan kepentingan korup, kekerasan dan perang adalah cara lain untuk meningkatkan dukungan terhadap pemerintah dan membungkam kritik,” tambahnya.
Remaja itu juga mengkritik soal terbunuhnya sandera yang ditahan Hamas, mereka tewas lantaran ulah militer Israel sendiri, atau pasukan pertahanan Israel (IDF).
Baca juga: Hampir 3 Bulan Perang Israel-Hamas Mendera Gaza, Tewaskan 21.300 Warga, Pengungsian Jadi Sasaran
Termasuk sandera yang sudah mengibarkan bendera putih namun tetap saja terbunuh.
“Kita harus mengakui fakta bahwa setelah berminggu-minggu operasi darat di Gaza, pada akhirnya negosiasi, kesepakatan, membawa kembali para sandera. Sebenarnya tindakan militerlah yang menyebabkan mereka (sandera) terbunuh,” kata Mitnick, mengutip Anadolu Agency.
"Bahkan para sandera yang mengibarkan bendera putih sambil berteriak dalam bahasa Ibrani pun ditembak mati. Saya tidak mau membayangkan berapa banyak kasus serupa yang tidak diinvestigasi karena korbannya lahir di pihak yang salah.”
Mitnick adalah orang Israel pertama yang dipenjara karena penentangannya terhadap perang Gaza sejak pecahnya konflik pada 7 Oktober 2023.
Dia diperkirakan akan dijatuhi hukuman penjara lainnya setelah pembebasan pertamanya, menurut pernyataan perwakilannya.
Pada bulan Agustus, lebih dari 200 siswa sekolah menengah Israel mengumumkan penolakan dinas militer, dengan alasan pendudukan Israel atas tanah Palestina.
Update Jumlah Korban
Israel masih terus melancarkan serangan udara dan darat tanpa henti di Jalur Gaza.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/Tal-Mitnick-sosok-remaja-Israel-dipenjara-lantaran-menolak-untuk.jpg)