Berita Viral
DETIK-DETIK Menegangkan Ibu Hamil di Riau Melahirkan di Atas Speedboat saat Perjalanan ke RS
INILAH detik-detik menegangkan ibu hamil di Riau melahirkan di atas speedboat sata perjalanan ke rumah sakit.
Editor: Ika Putri Bramasti
TRIBUNSTYLE.COM - INILAH detik-detik menegangkan ibu hamil di Riau melahirkan di atas speedboat sata perjalanan ke rumah sakit.
Momen menegangkan seorang ibu di Kampar terpaksa melahirkan di kapal cepat atau speedboat (SB) Kurnia Jaya saat perjalanan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri).
Dalam video berdurasi 35 detik itu tampak seorang ibu, warga Kualar Kampar, melahirkan secara normal.
Tampak sejumlah warga dan bidan dari Puskesmas Kuala Kampar membantu proses persalinan ibu yang belum diketahui identitasnya.

Baca juga: Pedih Hati Ibu di Sumbar, Bayi Nyaris Brojol Tapi Gagal Dibawa ke RS, Terpaksa Melahirkan di Jalan
“Benar sekali, tapi kejadiannya kemarin pagi, Minggu (26/11/2023), bukan pagi ini. Alhamdulillah kondisi si ibu dan bayi perempuannya dalam keadaan selamat dan sehat,” kata Petugas Pos KSOP Pelabuhan Sri Tanjung Gelam, Kabupaten Karimun, Cahyono.
Kronologi awal
Seperti diberitakan sebelumnya, dalam video itu tampak seorang ibu dirujuk ke RSUD Muhammad Sani untuk melahirkan.
Namun, sebelum tiba di RSUD Muhammad Sani, ibu tersebut melahirkan di SB Kurnia Jaya.
“Alhamdulillah, terima kasih atas bantuan dari bu bidan Kuala Kampar dan bu bidan Tanjungbatu yang membantu proses lahiran istri saya, alhamdulillah anak saya juga dalam kondisi sehat,” ungkap seorang pria yang diduga suami ibu tersebut.
Sementara itu, setibanya di pelabuhan, ibu dan anak tersebut langsung dibawa ke RSUD Muhammad Sani untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Saat itu ambulans juga telah disiagakan begitu mendapatkan laporan dari tekong SP Kurnia Jaya.
Tak Punya Biaya ke Puskesmas, Ibu di Pasaman Terpaksa Melahirkan di Tengah Jalan Usai Ditandu 3 Km
Gara-gara tak punya biaya ke Puskesmas, ibu di Pasaman terpaksa melahirkan di jalan usai ditandu 3 km.
Seorang wanita bernama Reni (25) terpaksa melahirkan di tengah jalan karena tak punya biaya ke Puskesmas.
Diketahui, Reni merupakan warga Jorong Rurapatontang, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar).
Ibu muda itu terpaksa melahirkan di tengah jalan pada Sabtu (25/11/2023) sekitar pukul 13.00 WIB.
Awalnya Reni dibawa ke Puskesmas setempat menggunakan tandu darurat dari rumahnya.
Akan tetapi di tengah perjalanan sekitar 3 Kilometer, Reni merasa hendak melahirkan.

Baca juga: Baru Melahirkan, Wanita Sakit Hati Dengar Perkataan Ayah Mertua: Suami Tak Boleh Manjakan Istri
Ia pun terpaksa menjalani persalinan dengan peralatan seadanya.
Kepala Joro Rurapatontang, Sopran mengatakan, membenarkan adanya kejadian itu.
“Sebenarnya pasien ini tidak ada kendala apa-apa. Kata bidan jorong bisa melahirkan normal di Pustu namun pihak Puskesmas mengatakan harus dibawa ke Puskesmas,” katanya, Minggu (26/11/2023) siang, dilansir dari TribunPadang.com,
Reni dibawa bersama-sama oleh masyarakat dengan ditandu secara darurat menggunakan kayu dan kain sarung.
Akan tetapi baru setengah perjalanan, ia melahirkan.
“Belum sempat sampai ke tempat mobil yang menunggu, pasien sudah melahirkan di tengah jalan. Akhirnya pasien dibawa kembali ke kampung,” ujarnya.
Tak punya biaya persalinan
Lebih lanjut, Sopran menyebut Reni terkendala biaya, sehingga tidak sanggup untuk ke Puskesmas.
“Pasien ini sebenarnya tidak sanggup untuk ke Puskesmas, karena terkendala biaya termasuk biaya keluarga yang menunggu,” ungkapnya.
Bidan Jorong setempat, Khoirina mengatakan, sebenarnya pada Jumat (24/11/2023), dirinya sudah menyampaikan kepada keluarga pasien untuk dirujuk ke Puskesmas, namun pihak keluarga menolak dengan alasan biaya.
Oleh karena itu, ia meminta kepada pihak keluarga untuk membuat surat pernyataan tidak bersedia untuk di rujuk.
Namun karena aturan yang mengharuskan pelayanan dilakukan di Puskesmas, makanya pasien Sabtu (25/11/2023) dirujuk ke Puskesmas.
“Aturan pelayanan harus dilakukan di fasilitas kesehatan (Faskes) tingkat pertama yaitu di Puskesmas. Makanya pasien tetap kita bawa di hari Sabtu itu Pak,” katanya, Minggu (26/11/2023) siang.
Akan tetapi, ketika baru di perjalanan menuju Puskesmas pasien mengalami kontraksi hingga akhirnya harus melahirkan di perjalanan.
“Karena pasien sudah kontraksi dan bayi sudah mau keluar, makanya terpaksa kita tangani di perjalanan itu."
"Saat itu saya juga membawa perlengkapan persalinan Pak, makanya tidak ada kendala,” jelasnya. Setelah bayi lahir, warga kembali menandu pasien untuk dibawa ke rumah keluarganya di Jorong Pegambiran.
“Alhamdulillah ibu dan bayi sehat Pak. Terima kasih juga saya sampaikan kepada masyarakat yang selalu siap sedia membantu kami dalam bertugas,” pungkasnya.
(Kompas.com/Hadi Maulana).
Artikel ini diolah dari Kompas.com
Sumber: Kompas.com
Viral Pemuda di Jepang Pacari Wanita 83 Tahun, Tak Masalah Beda Usia Jauh, Terungkap Awal Mula Kenal |
![]() |
---|
Kisah Wanita Jepang Pilih Tinggal di Rumah Penuh Sampah Usai Suami Wafat, Padahal Aset Melimpah |
![]() |
---|
Momen Bahagia Annisa Pohan Quality Time Bareng Keluarga di Jepang, Penampilan Almira Buat Salfok |
![]() |
---|
Sama-sama Cerdas, Anak Kembar di China Raih Skor Identik saat Ujian Masuk Kampus, Ortunya Bangga |
![]() |
---|
Pesona Memed Brewog Dijuluki 'Thomas Alva Edi Sound', Pelopor Sound Horeg, Kantung Mata Bikin Salfok |
![]() |
---|