Berita Viral
Imbas Aplikasi LinkedIn Ditutup, Perempuan di China Nekat Mencari Pekerjaan Lewat Tinder
Imbas penutupan aplikasi pencari pekerjaan LinkedIn di China, para pencari kerja pindah ke aplikasi Tinder.
Penulis: Dhimas Yanuar Nur Rochmat
Editor: Dhimas Yanuar
TRIBUNSTYLE.COM - Dengan tren mencari pekerjaan melalui internet, aplikasi pencari pekerjaan semakin menjamur.
Salah satunya yang paling terkenal adalah LinkedIn.
Di Indonesia sendiri LinkedIn telah menjadi salah satu aplikasi jejaring sosial pekerjaan dan banyak digunakan untuk mencari pekerjaan.
Namun bagaimana jadinya jika aplikasi LinkedIn justru ditutup oleh pemerintah?
Inilah yang terjadi pada warga China yang kebingungan mencari kerja setelah aplikasi LinkedIn ditutup.
Tak sedikit dari mereka yang kini berpindah ke aplikasi pencarian jodoh Tinder untuk mencari kerja.
Kok bisa ya? Tren unik ini konon terjadi di kalangan lulusan yang kesulitan mendapatkan pekerjaan di China.
Baca juga: MOMEN Wanita Diduga Kesurupan di Tempat Kerja, Langsung Diobati dengan Doa dari 3 Agama
Bahkan tak sedikit pemuda yang mengeluh kini mencari pekerjaan melalui cara tradisional seperti mengirim email dan mengirim surat.
Dilansir dari World of Buzz dan MashableSEA, tren ini semakin populer setelah LinkedIn menghentikan lamaran pencarian kerja di Tiongkok pada tahun 2021.
Dengan tanpa platform jejaring pencari pekerjaan, cukup sulit bagi para pencari kerja untuk melamar pekerjaan.
Diketahui, LinkedIn menghentikan seluruh operasinya di China dan menawarkan aplikasi versi 'ringan', InCareer.
InCareer tidak berlaku seperti LinkedIn, dan hanya berbagi iklan lowongan pekerjaan biasa.
Tren Tinder untuk mencari pekerjaan
Pengguna aktif LinkedIn di China saat ditutup sebanyak 959.600, tertinggal jauh dari kompetitor lokal yang juga menawarkan layanan serupa.
Penggunaan layanan VPN menjadi penentu karena aplikasi Tinder sendiri juga diblokir di China.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/Imbas-penutupan-aplikasi-pencari-pekerjaan-LinkedIn-di-China-para-pencari-kerja-pindah.jpg)