Breaking News:

Berita Viral

Menggeram Bak Kera, Diduga Karena Nekat Kerja pada Hari Nyepi di Bali, Kuli Ini Kerasukan Monyet

Diduga karena nekat bekerja menjelang perayaan Nyepi, kuli bangunan di Bali mendadak kerasukan, bertingkah seperti kera.

Penulis: Dika Pradana
Editor: Ika Putri Bramasti
Kolase TribunStyle.com / Instagram @dewata.terkini /Depositephoto.
Pria di Bali kerasukan Kera diduga karena nekat bekerja menjelang Hari Raya Nyepi 

Beberapa kali pria yang kesurupan tersebut menggeram seperti kera.

Baca juga: 6 Artis Indonesia Rayakan Hari Raya Nyepi: Ada Kadek Devi, Happy Salma hingga Oka Antara

Pria di Bali kerasukan Kera diduga karena nekat bekerja menjelang Hari Raya Nyepi
Pria di Bali kerasukan Kera diduga karena nekat bekerja menjelang Hari Raya Nyepi (Kolase TribunStyle.com / Instagram @dewata.terkini /Depositephoto.)

Sampai di jalan raya, kuli yang kesurupan saat Pengerupukan Nyepi di Bali pun menjadi tontonan warga.

Geraman pria tersebut diikuti oleh gonggongan anjing yang berada di lokasi kejadian.

Suara anjing pun sahut-sahutan saat melihat pria kesurupan kera tersebut.

Dalam video yang beredar, pia tersebut mengenakan celana panjang tanpa baju.

Diketahui, buruh proyek tersebut tengah mengerjakan pembangunan jembatan di daerah Besakih Karangasem tepatnya sebelah pertigaan Kedungdung.

Baca juga: Mereka Tak Sadar 28 Siswi Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Main Papan Ouija di Kelas, Kesurupan?

ilustrasi monyet
ilustrasi monyet (Kolase Tribun Style/Daily Star)

Hingga video tersebut berakhir, pria tersebut terlihat masih mengeram.

Tatapannya yang tajam membuat banyak warga yang menontonnya bergidik ngeri.

Video tersebut mendadak viral di media sosial.

Tak sedikit warganet yang turut menyuarakan komentarnya di kolom komentar.

Tak diketahui secara pasti apa penyebab pria tersebut kerasukan roh halus.

Muncul dugaan bahwa pria tersebut kerasukan lantaran nekat bekerja menjelang pada hari pengerupukan menjelang perayaan Nyepi.

Diketahui, pengerupukan adalah tahapan pelaksanaan Hari Suci Nyepi yang memiliki makna mengusir Bhuta Kala dari lingkungan rumah, perkarangan, dan lingkungan sekitar.

Bhuta Kala adalah wujud manifestasi sifat buruk bagi umat Hindu Nusantara dari lingkungan sekitar.

Pengerupukan dilakukan dengan cara menyebar-nyebar nasi tawur, mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan maksud sebagai bentuk pengusiran Bhuta Kala.

Sejumlah siswa SMP di Sleman kesurupan massal.
Sejumlah siswa SMP di Sleman kesurupan massal. (Instagram @merapi_uncover)
Sumber: TribunStyle.com
Halaman 2/4
Tags:
Balimonyetkuli bangunanberita viral hari ini
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved