Google Doodle Peringati Hari Lahir Sapardi Djoko Damono, Ini 10 Sajak Paling Fenomenal dari SDD
Inilah 10 puisi paling fenomenal karya Sapardi Djoko Damono, penyair yang hari lahirnya diperingati dengan Google Doodle.
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Ika Putri Bramasti
TRIBUNSTYLE.COM - Inilah 10 puisi paling fenomenal karya Sapardi Djoko Damono, penyair yang hari lahirnya diperingati dengan Google Doodle.
Hari ini, Senin, 20 Maret 2023, Google Doodle merayakan ulang tahun Sapardi Djoko Damono.
Seandainya Sapardi Djoko Damono masih ada di dunia ini, dia sekarang menginjak usia 83 tahun.
Namun, penyair yang kerap dipanggil dengan singkatan namanya, SDD, ini mengembuskan napas terakhirnya pada 19 Juli 2020, di usia 80 tahun.
Semasa hidup, sebelum akhirnya menjadi dosen sastra, Sapardi telah melahirkan karya-karya emas sejak masih sekolah, sekitar tahun 1950-an.
Puisi-pusisinya seperti abadi, tetap berada di hati para penggemar bahkan hingga digandrungi anak muda masa kini.
Sajak-sajak karya Sapardi terkenal sederhana tapi punya makna yang begitu dalam.
Berikut ini TribunStyle.com rangkum 10 puisi paling fenomenal ciptaan Sapardi Djoko Damono.
Baca juga: Profil dan Medsos Remy Sylado, Sastrawan Puisi Mbeling yang Meninggal Karena Pembengkakan Perut
1. Aku Ingin
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
(1989)
2. Yang Fana Adalah Waktu
Yang fana adalah waktu. Kita abadi memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa.
"Tapi,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/penyair-sapardi-djoko-damono-atau-kerap-ditulis-sebagai-sdd.jpg)