Piala Dunia 2022
Euforia Argentina Juara Piala Dunia, Jerinx SID Justru Singgung Tragedi Kanjuruhan: Masih Ingat?
Di tengah euforia kemenangan Argentina di Piala Dunia 2022, Jerinx SID justru kembali ingatkan tragedi Kanjuruhan.
Penulis: Wahyu Putri Asti Prastyawati
Editor: Dhimas Yanuar
@joe_rangga Yeessss usut tuntas.. Usut tuntas juga suporternya.. Siapa suporter yang pertama kali turun masuk lapangan..
@hrmns13 Kalo suporternya gamau diusut juga ya percuma demo sampe 1000x gabakal ada titik temu
@mineaing__ Masihkah ingat siapa yang salah dan siapa saja yang harus menanggung sanksi nya,hemmmm
@itonk_store.id Sulit pakde . Krna semua merasa benar termasuk suporternya
Mahfud MD komentari rekonstruksi bukti dari 32 CCTV Tragedi Kanjuruhan
Tragedi Kanjuruhan menjadi sejarah gelap sepak bola Indonesia.
Mahfud MD membeberkan bukti 32 CCTV yang ada di stadion Kanjuruhan.
Ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) ini menyebut tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur ini begitu ngeri.
Dari temuan TGIPF, Mahfud menyebut bahwa tragedi Kanjuruhan sangat mengerikan sekali.
Baca juga: Wanita Didekati Suami Pelakor, Cocok Karena Senasib Pasangan Mereka Selingkuh: Kami Jatuh Cinta
Pernyataan itu diungkapkan Mahfud seusai melihat rekonstruksi 32 tayangan CCTV di Stadion Kanjuruhan yang dimiliki aparat.
"Fakta yang kami temukan, korban yang jatuh itu proses jatuhnya itu jauh lebih mengerikan dari yang beredar di televisi maupun di medsos."
"Karena kami merekonstruksi dari 32 CCTV yang dimiliki oleh aparat."

"Jadi itu lebih mengerikan dari sekedar semprot mati, semprot mati gitu," kata Mahfud saat menyampaikan hasil investigasi tragedi Kanjuruhan di Istana pada Jumat, (14/10/2022) yang dikutip dari Kompas Tv.
Dari rekonstruksi 32 CCTV di Stadion Kanjuruhan tersebut, terlihat beberapa suporter keluar masuk Stadion untuk menolong korban bahkan ada yang memberikan bantuan pernapasan.
"Ada yang saling gandengan untuk keluar bersama, satu bisa keluar, yang satu tertinggal, yang di luar balik lagi untuk menolong temannya terinjak-injak mati."