Piala Dunia 2022
Piala Dunia 2022, Sebab Ancaman 'Flu Unta', Wisatawan Dihimbau Tidak Berwisata Tunggang Unta
Sebab adanya ancaman flu unta, wisatawan dihimbau tidak berwisata tunggang unta selama perhelatan Piala Dunia 2022.
Penulis: Dika Pradana
Editor: Ika Putri Bramasti
TRIBUNSTYLE.COM - Jutaan orang dunia diprediksi akan berkunjung ke Qatar dalam turnamen Piala Dunia 2022.
Perhelatan Piala Dunia 2022 digelar pada 21 November hingga 18 Desember 2022.
Di tengah persiapan Piala Dunia 2022 yang sudah mepet, Qatar dikabarkan sedang dirundung dengan ancaman flu unta.
Hingga kini belum ditemukan vaksin yang ampuh untuk menangkal flu unta tersebut.
Diketahui flu unta yang mengancam Qatar tersebut telah menewaskan dua warga Qatar.
Kasus pertama telah menewaskan seorang pemilik unta berusia 85 tahun yang dikabarkan meninggal di Doha.
Pihak kedua dari seorang petani, berusia 50 tahun pengonsumsi susu unta, juga meninggal.
Hingga kini dunia belum menemukan vaksin penangkal flu unta.
Hal tersebut tentu saja membuat banyak orang khawatir.
Para pendukung yang hendak datang ke ajang Piala Dunia 2022 diwanti-wanti untuk wajib menaati sejumlah aturan ketat.
Sejumlah aturan tersebut salah satunya adalah menghindari unta.
Dilansir dari Dailymail, pengunjung yang hadir di Qatar dianjurkan untuk menghindari hewan unta.
Wisata naik unta yang biasanya ramai wisatawan akan dilarang.
Hal itu dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan selama perhelatan Piala Dunia 2022.
Diharapkan selama Piala Dunia 2022 digelar, flu tersebut tak menyebar.
Mengingat flu unta lebih mematikan dibanding flu burung ataupun covid 19.
Flu unta diketahui juga bisa menyebar dengan mudah ke sesama manusia.
Hingga kini, belum ditemukan obat atau vaksin dari flu tersebut.
Maka dari itu, Qatar yang merupakan salah satu negara pemilik unta terbanyak di dunia mewanti-wanti pada pengunjung untuk menghindari kontak fisik dengan unta.
Pengunjung dilarang menunggangi unta yang diketahui sedang tidak sehat.
Baca juga: Jadwal Lengkap Sidang Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir J - Ferdy Sambo, 7, 8, 10 November 2022
Hal itu disebabkan karena adanya kekhawatiran tentang merebaknya flu unta.
Jangan sampai gelaran Piala Dunia 2022 di Qatar dibatalkan atau ditunda sebab merebaknya flu unta.
Jangan sampai flu tersebut merebak ke seluruh dunia dibawa oleh para wisatawan yang berkunjung ke Qatar.
Mengenal Flu Unta atau Flu Arab
Dikutip dari Kompas.com, Middle East Respiratory Syndrome (MERS) atau juga disebut flu arab atau flu unta adalah penyakit yang mempengaruhi sistem pernapasan.
Penyakit ini disebabkan oleh virus (coronavirus) yang disebut MERS-CoV.
Virus ini menyebabkan penyakit pernapasan ringan hingga sedang.
Tetapi dalam beberapa kasus gejalanya parah dan dapat menyebabkan kematian.
Sebagian besar pasien MERS yang tercatat mengalami penyakit pernapasan parah dengan gejala demam, batuk, dan sesak napas.
Melansir CDC, sekitar 3 atau 4 dari setiap 10 pasien yang dilaporkan dengan MERS telah meningggal.
Virus MERS berasal dari virus MERS-CoV yang terutama menyebar dari hewan ke manusia.
Virus telah ditemukan pada unta dan paparan unta merupakan faktor risiko MERS.
Virus ini dapat menyebar di antara orang-orang yang melakukan kontak dekat.
Baca juga: Piala Dunia 2022, Inilah 4 WAGs Cantik Pemain Timnas Jerman, Ada Istri Kevin Trapp & Joshua Kimmich
Hal ini termasuk petugas kesehatan yang merawat orang dengan MERS.
Masa inkubasi virus ini belum diketahui secara pasti.
Masa inkubasi rata-rata adalah sekitar 5 hari, tetapi ada kasus yang terjadi antara 2 hingga 14 hari setelah terpapar.
Gejala Gejala MERS dapat berkisar dari ringan hingga berat.
Dalam beberapa kasus, MERS mungkin tidak menimbulkan gejala.
Ini membuat terdapat kemungkinan orang dengan infeksi MERS tidak didiagnosis dengan tepat.
Namun paling sering, gejala MERS bisa dimulai dalam waktu satu hingga dua minggu setelah terinfeksi virus.
Baca juga: Sifat Zodiak 6 Bintang Ini Paling Kreatif, Berbakat Saingi Raffi Ahmad dan Ruben Onsu, Ada Aquarius
Gejala paling sering mulai sekitar 5 hari setelah terpapar virus, tetapi bisa terjadi hingga 14 hari kemudian.
Gejala yang lebih umum termasuk:
1. Sesak napas
2. Demam panas dingin
3. Batuk dengan atau tanpa darah
4. Pilek
5. Sakit tenggorokan
6. Sakit dan nyeri otot perut
7. Muntah
8. Diare.
Dalam kasus yang lebih parah, pasien mungkin dapat secara cepat mengembangkan pneumonia.
Mereka juga mungkin dapat mengalami gagal napas, kerusakan ginjal, demam tinggi, dan bahkan kematian.
Segera temui dokter jika mengalami gejala, apalagi jika melakukan perjalanan daerah Timur Tengah atau melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi dengan virus ini.
Diagnosis Dokter akan bertanya terkait riwayat kesehatan, juga menanyakan kemungkinan pasien terpapar MERS serta jika pasien sempat melakukan perjalanan tertentu.
Karena gejala MERS mirip dengan gejala penyakit lain, dokter juga mungkin akan melakukan beberapa tes untuk memastikan diagnosisnya.
(TribunStyle.com/Dika Pradana)
Berita lainnya terkait Piala Dunia 2022 >>>
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/piala-dunia-2022-unta.jpg)