Breaking News:

Bharada E Akan Beri Kejutan saat Persidangan Kasus Brigadir J, Siap Tatap Muka dengan Ferdy Sambo

Bharada E siap tatap muka dengan Ferdy Sambo, bakal beri kejutan saat persidangan kasus pembunuhan Brigadir J.

YouTube KOMPASTV/Tribunnews
Bharada E siap tatap muka dengan Ferdy Sambo saat persidangan kasus Brigadir J. 

Hal senada diungkapkan Febri Diansyah, mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru saja ditunjuk menjadi kuasa hukum Putri Candrawathi.

Bersama koleganya yang juga sama-sama pernah bekerja di KPK, Rasamala Aritonang, mereka akan menjadi pembela Ferdy Sambo istrinya.

Febri mengaku sudah bertemu dengan Sambo dan menyebut mantan Kadiv Propam Polri itu sangat menyesali perbuatannya.

"Saya dan Rasamala telah bertemu secara langsung dengan Pak Ferdy Sambo dalam kunjungan ke tahanan di Mako Brimob bersama tim kuasa hukum.

Pada saat pertemuan tersebut juga disampaikan bahwa kami bersedia memberikan pendampingan hukum secara objektif," tuturnya.

Ferdy Sambo siap buka-bukaan di persidangan kasus Brigadir J.
Ferdy Sambo siap buka-bukaan di persidangan kasus Brigadir J. (YouTube KOMPASTV)

Baca juga: Tak Lagi Kebal Hukum, Putri Candrawathi Akhirnya Ditahan, Susul Ferdy Sambo Cs

Ferdy Sambo, kata Febri, menyanggupi dan mengakui perbuatannya.

Bahkan Sambo siap mempertanggungjawabkan dalam proses hukum.

"Seperti yang disampaikan Bang Arman tadi, ada satu bagian yang disampaikan Pak Ferdy Sambo saat itu, bahwa Pak Ferdy Sambo menyesali berada dalam kondisi yang sangat emosional saat itu," kata Febri.

Selain itu, kata Febri, Ferdy Sambo juga menyanggupi dan menegaskan akan mengakui perbuatannya. Sambo, lanjutnya, juga mengaku siap mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Saat itu, Pak Ferdy Sambo menyanggupi dan bahkan menegaskan bahwa ia mengakui sejumlah perbuatan yang dilakukan dan siap mempertanggungjawabkannya dalam proses hukum yang objektif dan berimbang," tutur mantan juru bicara KPK itu.

Ferdy Sambo juga kembali menyampaikan permintaan maaf kepada anggota Polri karena kena imbas pada kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutarabat (J).

"Sebagai manusia yang bisa salah, secara eksplisit Pak Ferdy Sambo juga menyampaikan permohonan maaf pada masyarakat, para anggota kepolisian lain yang juga harus ditarik dalam perkara ini, dan termasuk juga para kuasa hukum terkait peristiwa skenario tersebut," kata Arman Hanis.

Arman mengatakan Sambo siap bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan dalam kasus ini.

Meski pada saat yang sama ia juga menyadari adanya ketidakpercayaan masyarakat di kasus pembunuhan ini.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved