Dewan Kesenian Semarang (Dekase) Menggelar Acara Seni Bertajuk 'Gilo-Gilo Semarang'
Dewan Kesenian Semarang (Dekase) menggelar kegiatan bertajuk 'Gilo-Gilo Semarang'.
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Dhimas Yanuar
'Gilo-Gilo Semarang' didukung oleh Pemkot Semarang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta Bank JATENG.
Beberapa grup musik yang dipastikan tampil antara lain Radical Corps, WOL, Orkes Keroncong Pesona Khatulistiwa (Sonatiwa), Laughter, dan Serambi.
Selain musik, akan ada acara pemutaran film, pentas tari dan aksi pantomim dari Tim Pantomim SLB Negeri Semarang dengan judul 'Halte Bus'.
Baca juga: AWAS! Beri Nasi Bungkus ke Pengemis di Jalan Bakal Didenda Rp 1 Juta di Semarang, Ini Peraturannya
Sekilas tentang Gilo-Gilo
Gilo-Gilo adalah gerobak dorong bermuatan makanan seperti jajanan pasar, gorengan, hingga potongan buah segar.
Ditengarai, asal-usul kata Gilo-Gilo adalah dari ujaran para pedagang ketika menunjuk kelengkapan panganan yang mereka jajakan, "Gi lo, gi lo ana."
Sementara itu, versi lain mengatakan kata Gilo-Gilo berasal dari perilaku pedagang yang kerap menggelengkan kepala (gela-gelo) ketika memikul dagangannya.
Sebelum dijajakan dengan gerobak dorong, Gilo-Gilo sempat identik dengan keranjang pikul.
Berdasarkan berbagai kisah yang dituturkan turun temurun, pedagang Gilo-Gilo adalah para pendatang dari Klaten dan Sukoharjo yang mengadu nasib ke Semarang sejak sekitar tahun 1930-an.
Mereka tinggal berkelompok di Kampung Kulitan dan Kampung Gabahan Semarang.
(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)
Baca artikel seputar Kota Semarang di sini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/dekase-gelar-acara-seni-bertajuk-gilo-gilo-semarang.jpg)