Breaking News:

26 Juta Data Pribadi, Nomor HP, & KTP Pengguna Bocor, Telkom IndiHome Bakal Dipanggil Kominfo

Hacker lagi-lagi curi data pribadi pengguna internet di Indonesia, kali ini dari Indihome PT Telkom Indonesia.

Editor: Dhimas Yanuar
Uzone.id/Hani Nur Fajrina
Ilustrasi internet IndiHome. 

TRIBUNSTYLE.COM - 26 juta data pribadi, nomor HP, dan KTP pengguna bocor dan diretas hacker, Telkom IndiHome dipanggil Kominfo.

Kebocoran data pengguna internet di Indonesia kembali bocor.

Kali ini yang menjadi korban adalah pengguna Indihome milik PT Telkom Indonesia. 

Menanggapi hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo) siap memanggil Indihome.

Baca juga: BANK Indonesia Diretas Hacker, 74 GB Data Bocor, Apa Itu Ransomeware Conti yang Serang BI?

Kominfo tengah mendalami dugaan kebocoran data pribadi pelanggan Indihome, PT Telkom Indonesia (Persero).

"Kementerian Kominfo juga akan segera melakukan pemanggilan terhadap manajemen Telkom untuk mendapatkan laporan dan langkah tindak lanjut Telkom terkait dengan dugaan insiden," ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan, Senin (22/8/2022).

Semuel berujar Kominfo akan segera mengeluarkan rekomendasi teknis untuk peningkatan pelaksanaan pelindungan data pribadi Telkom. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Sebelumnya, beredar informasi di media sosial bahwa 26 jutaan data histori browsing pelanggan IndiHome bocor, termasuk diantaranya Kartu Tanda Penduduk (KTP), email, nomor ponsel, kata kunci, domain, platform, dan URL.

Senior Vice President Corporate Communication and Investor Relation, Telkom, Ahmad Reza menyatakan data IndiHome diduga bocor tidak valid.

"Saya pastikan data-data itu tidak betul. Lucu juga soalnya, Telkom itu tidak pernah memberikan email address untuk pelanggan Indihome. Kami saja di Telkom alamat emailnya @telkom.co.id, tidak pernah menggunakan Telkom.net," ujar Reza saat dikonfirmasi Tribunnews, Minggu (21/8/2022).

Reza memastikan, Telkom terus melakukan pengecekan dan investigasi mengenai keabsahan informasi data-data tersebut.

"Temuan awal data itu tidak valid. Di internal Telkom sendiri, data-data pelanggan sulit diakses mengingat ada beragam protocol dan enkripsi dan firewall yang berlapis," kata Reza.

Reza menjabarkan, saat ini jumlah pelanggan Indihome ada 8 juta pelanggan, sedangkan data browsing history yang diklaim hackers tersebut 26 juta data history.

"Saya yakin data browsing history itu bukan berasal dari internal Telkom. Ada kemungkinan data-data history browsing dihack karena mengakses situs-situs terlarang," kata Reza.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved