Breaking News:

Satu Suspek Cacar Monyet Monkeypox di Indonesia, Ini Penjelasan Lengkap Kemenkes, Sudah Ada Vaksin?

Penyakit cacar monyet atau monkeypox sudah 1 suspek di Indonesia, Kemenkes dan BPOM sudah siap vaksin?

Editor: Dhimas Yanuar
Pixabay
Pasien suspek cacar monyet atau monkeypox di Jawa Tengah. 

Saat ini, pasien sedang menjalani isolasi di salah satu RS Swasta di Jateng, guna pemeriksaan lebih lanjut apakah benar kasus cacar monyet atau bukan.

Pendeteksian akan dilakukan melalui pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR).

"Akan dilakukan pemeriksaan lab PCR untuk memastikannya. Bisa saja hanya cacar biasa atau penyakit lain bukan monkeypox," imbuh dirut RSPI Sulianti Suroso ini.

Pasien suspek cacar monyet itu juga masih berada dalam pengecekan oleh Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes ke Dinas Kesehatan Jateng.

--

Penjelasan Kemenkes soal penyakit monkeypox atau cacar monyet

--

WHO secara resmi menetapkan penyakit monkeypox atau cacar monyet sebagai bahaya global.

Pun demikian dengan Kemenkes yang merilis himbauan gejala dan cara pencegahannya.

Penyakit cacar monyet adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui binatang.

Lesi berwarna ungu dan gejala seperti cacar air ditemukan di sejumlah kasus. -- Penjelasan mengenai monkeypox atau cacar monyet, berikut asal-usul, gejala awal dan cara penyebarannya.
Lesi berwarna ungu dan gejala seperti cacar air ditemukan di sejumlah kasus. -- Penjelasan mengenai monkeypox atau cacar monyet, berikut asal-usul, gejala awal dan cara penyebarannya. (Spanish General Council of Official Podiatrist)

Dikutip dari laman Kemenkes, penyakit cacar monyet pertama kali ditemukan pada 1958.

Kasus temuan cacar monyet itu berada di Denmark, ketika ada dua kasus seperti cacar muncul pada koloni kera yang dipelihara untuk penelitian, sehingga dinamakan 'monkeypox'.

Sedangkan untuk kasus pertama cacar monyet pada manusia (anak-anak) terjadi pada 1970.

Cacar monyet merupakan penyakit zoonosis, yaitu menular dari hewan kepada manusia.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved