Breaking News:

WHO Tetapkan Monkeypox atau Cacar Monyet Menjadi Ancaman Kesehatan Global, Cek Gejalanya

WHO, organisasi kesehatan dunia tetapkan monkeypox atau cacar monyet sebagai Public Health Emergency global.

Editor: Dhimas Yanuar

TRIBUNSTYLE.COM - WHO tetapkan Monkeypox atau Cacar Monyet jadi ancaman kesehatan global.

Kasus penyakit monkeypox atau cacar monyet sepertinya bakal menjadi perhatian baru.

Meski begitu di Indonesia sendiri masih belum banyak kasus yang dilaporkan.

Tetapi, WHO, organisasi kesehatan dunia telah menetapkan bahaya monkeypox atau cacar monyet ini sebagai bahaya global. 

WHO menetapkan monkeypox atau cacar monyet sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).

Baca juga: 15 Kasus Hepatitis Akut Anak Dideteksi di Indonesia, Apa yang Bisa Dilakukan Orangtua? Ini Kata WHO

Baca juga: Kemenkes Tegaskan Belum Ada Kasus Cacar Monyet atau Monkeypox di Indonesia, Ini Penyebarannya

Lesi berwarna ungu dan gejala seperti cacar air ditemukan di sejumlah kasus monkeypox atau cacar monyet.
Lesi berwarna ungu dan gejala seperti cacar air ditemukan di sejumlah kasus monkeypox atau cacar monyet. (Spanish General Council of Official Podiatrist)

PHEIC merupakan level kewaspadaan paling tinggi di bidang kesehatan, yang artinya dipandang memiliki ancaman signifikan bagi kesehatan global dan membutuhkan koordinasi respons internasional.⁣

Berikut ini gejala baru cacar monyet yang telah diidentifikasi oleh tim kolaborasi dokter internasional dari 16 negara.

Dimana hasilnya bahwa lesi genital dan luka di mulut atau anus telah diidentifikasi sebagai gejala baru cacar monyet, seperti dilaporkan Sky News.

Studi yang dipimpin oleh para peneliti di Queen Mary University of London ini, bertujuan untuk meningkatkan diagnosis ke depannya serta memperlambat penyebaran virus.

Saat ini, stok vaksin untuk cacar monyet masih terbatas.

Laki-laki penyuka sesama jenis dan biseksual lebih terpengaruh oleh penyebaran virus. 98 persen dari pasien yang terinfeksi adalah dari kelompok ini.

Para peneliti mengatakan kedekatan seksual memang menjadi rute penularan yang paling mungkin dalam sebagian besar kasus cacar monyet saat ini.

Akan tetapi, virus juga dapat ditularkan melalui kontak fisik yang dekat melalui tetesan pernapasan yang besar dan berpotensi juga ditularkan melalui pakaian dan permukaan lainnya.

Laporan tersebut menyatakan banyak orang yang terinfeksi yang ditinjau dalam penelitian ini memiliki gejala yang "tidak dikenali dalam definisi medis monkeypox saat ini".

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved