Breaking News:

Prioritaskan Mengqadha Ramadhan 2022, Ustaz Abdul Somad Jelaskan Pahala Puasa Syawal Juga Diperoleh

Masih dalam bulan Syawal 1443 H, berikut penjelasan ustaz Abdul Somad terkait puasa qadha Ramadhan dan Syawal.

Instagram/syaamil_quran
Penjelasan ustaz Abdul Somad terkait puasa Syawal dan qadha Ramadhan. 

TRIBUNSTYLE.COM - Masih dalam bulan Syawal 1443 H, berikut penjelasan ustaz Abdul Somad terkait puasa qadha Ramadhan dan Syawal.

Mana lebih afdol mendahulukan qadha puasa Ramadhan 2022 atau melaksanakan puasa sunnah Syawal?

Simak penjelasan dari Ustadz Abdul Somad berikut dalam artikel.

Lalu bagaimana pula dengan hukum menggabungkan puasa Qadha dengan puasa Syawal.

Saat ini umat Islam memasuki Bulan Syawal 2022. 

Baca juga: Puasa Syawal 6 Hari, Bolehkah Dikerjakan Secara Tidak Berurutan Atau Selang-seling?

Baca juga: Ibadah Sunah setelah Lebaran, Ini Sederet Manfaat Menjalankan Puasa Syawal 6 Hari

Banyak amalan yang bisa dilakukan oleh Muslim saat masuk di Bulan syawal.

Satu di anataranya adalah menjalankan ibadah puasa Syawal.

Di Bulan Syawal umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa 6 hari, boleh dilaksanakan berturut-turut atau tidak berturut-turut.

Puasa Syawal 6 hari.
Puasa Syawal 6 hari. (Instagram/yukngajiakbar)

Menurut penjelasan Ustadz Abdul Somad (UAS) berdasarkan pandangan beberapa ulama, boleh melaksanakan Puasa Syawal di hari Senin Kamis, atau di hari Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 bulan Hijriyah), untuk mendapatkan dua keutamaannya sekaligus.

Namun sebelum melaksanakan puasa sunnah, pastikan terlebih dahulu tidak memiliki utang puasa Ramadan. Karena jika masih memiliki utang puasa, maka harus atau wajib hukumnya mengganti (qadha) terlebih dahulu.

UAS kemudian menjelaskan lagi, apabila keberatan melaksanakan Puasa Qadha dilanjut puasa syawal 6 hari, maka boleh menjalankan Puasa Qadha di bulan Syawal, maka otomatis mendapatkan pahala keutamaan keduanya.

"Ibu-ibu yang punya utang puasa 7 hari, maka harus dibayar dahulu baru puasa Syawal 6 hari," ujar Ustadz Abdul Somad.

"Ibu-ibu kalau tidak kuat mengganti utang puasa dan puasa sunnah Syawal maka cukup mengganti puasa di bulan Syawal, maka ibu puasa qadha di bulan Syawal," jawab Ustadz Abdul Somad.

"Otomatis pahalanya seperti puasa sunnah Syawal, niatnya cuma satu, niatnya satu, saya niat puasa qadha besok hari lillahi ta'ala," jelas UAS.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved