Breaking News:

Tes PCR & Antigen Sudah Tak Wajib Saat Bepergian dengan Pesawat, Epidemiolog Tekankan Vaksinasi

Meski masih pandemi, pemerintah Indonesia kini tak wajibkan tes PCR & Antigen saat bepergian dengan pesawat, ini kata epidemiolog.

Tayang:
Editor: Dhimas Yanuar

TRIBUNSTYLE.COM - Meski masih pandemi, pemerintah Indonesia kini tak wajibkan tes PCR & Antigen saat bepergian dengan pesawat, ini kata epidemiolog.

Meski kasus corona Covid-19 masih tersebar, dan PPKM masih diberlakukan, kini pemerintah Indonesia menanggalkan salah satu peraturan penerbangan lokal.

Peraturan tersebut adalah kewajiban tes PCR dan antigen untuk beberapa penerbangan.

Baca juga: CARA Lengkap Perbaiki Kesalahan Data Sertifikat Vaksin Covid-19 di Aplikasi PeduliLindungi

Baca juga: Warga yang Cuma Vaksin Covid-19 1 Kali Harus Mengulang Jika Tak Suntik Lagi, Ini Keterangan Kemenkes

Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman.
Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman. (Dokumentasi Pribadi)

Epidemolog Indonesia dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menanggapi kebijakan pemerintah yang menghapus tes antigen dan polymerase chain reaction (PCR) sebagai syarat perjalanan domestik.

Dicky pun menyayangkan adanya penghapusan tes antigen dan PCR bagi pelaku perjalanan domestik ini.

Pasalnya menurut Dicky, testing Covid-19 adalah hal yang penting dilakukan untuk melihat situasi pandemi saat ini.

Bahkan Dicky mengibaratkan testing sebagai mata kita terhadap virus.

Karena tanpa adanya tes yang memadai, maka kita tidak bisa melihat di mana atau ke arah mana virus Covid-19 ini menyebar.

“Tes ibarat mata kita terhadap virus. Tanpa tes yang memadai kita tidak dapat melihat di mana virus atau ke mana arahnya,” dilansir Kompas.com, Senin (7/3/2022).

Lebih lanjut Dicky menuturkan testing memang bisa dihilangkan sebagai syarat perjalanan.

Namun pemerintah juga harus mengubah polanya dengan yang bersifat target oriented atau surveilans pada satu wilayah tertentu.

Agar kondisi kesehatan seseorang bisa terdeteksi dari testing pemerintah pada lokasi tempat tinggalnya.

“Sebaiknya ada uji publik dulu untuk melihat potensinya. Setidaknya (testing) di satu lokasi selama satu minggu supaya memiliki dasar data yang kuat dalam konteks (kondisi penyebaran Covid-19) di Indonesia,” terang Dicky.

Selain itu Dicky menyebut, pemerintah bisa melakukan penguatan di aspek lainnya.

Seperti pengetatan penggunaan masker bagi masyarakat yang akan pergi ke luar kota, misalnya dengan menggunakan masker N-95.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Tags:
antigenPCRvaksin
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved