Breaking News:

Warga yang Cuma Vaksin Covid-19 1 Kali Harus Mengulang Jika Tak Suntik Lagi, Ini Keterangan Kemenkes

Warga yang cuma vaksin Covid-19 1 kali harus mengulang jika tak suntik lagi, simak keterangan Kemenkes.

Editor: Dhimas Yanuar
Tribunnews/Irwan Rismawan
Warga yang cuma vaksin Covid-19 1 kali harus mengulang jika tak suntik lagi, simak keterangan Kemenkes. 

TRIBUNSTYLE.COM - Warga yang cuma vaksin Covid-19 1 kali harus mengulang jika tak suntik lagi, simak keterangan Kemenkes.

Vaksinasi hingga kini terus digalakkan oleh pemerintah Indonesia.

Hal ini terbukti dari data yang telah dihimpun Kemenkes dan meminta masyarakat untuk segera melakukan vaksin menghindari bahaya Covid-19.

Baca juga: EFEK Samping Vaksin Booster Covid-19, Simak Tips Agar Meringankan Gejala-gejala & Rasa Sakit

Baca juga: LENGKAP Cek Jadwal Vaksinasi Booster atau Vaksin Ketiga di Aplikasi PeduliLindungi, Ini Syaratnya

Tampak gambar vaksin Covid-19 Moderna.
Tampak gambar vaksin Covid-19 Moderna. (Tribunnews/Jeprima)

Dalam laporan terbarunya, untuk mendapatkan perlindungan yang optimal, vaksinasi Covid-19 perlu diberikan lengkap baik dosis primer (dosis pertama dan kedua) maupun dosis booster.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut ada 2,4 juta orang di seluruh Indonesia yang vaksinasi Covid-19 dosis pertamanya dianggap hangus dan harus mengulanginya.

"Ada 2,4 juta (penerima vaksin Covid-19 dosis pertama yang harus mengulang)," kata Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, Jumat (18/2/2022), dikutip dari Kompas.com.

Ia menerangkan, pengulangan tersebut harus dilakukan lantaran jika seseorang tak kunjung mendapatkan vaksin kedua dalam kurun waktu lebih dari enam bulan sejak vaksin pertama, maka akan berpengaruh pada efikasi.

"Ini kan ada studi yang mengatakan setelah 6 bulan terjadi penurunan efikasi vaksin, apalagi kalau hanya dosis 1 kan masih 50 persen efikasinya," jelas Nadia.

Sementara itu, Kemenkes menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor SR.02.06/II/921/2022 tentang Pemberian Vaksinasi Covid-19 bagi Sasaran yang Drop Out.

Kemenkes meminta sasaran yang mengalami drop out atau belum mendapatkan vaksin dosis kedua dalam waktu lebih dari enam bulan untuk melakukan vaksinasi primer ulang.

Adapun pelaksanaan vaksinasi ulang tersebut dapat menggunakan platform yang berbeda dari vaksin semula.

Berikut adalah isi dari SE Nomor SR.02.06/II/921/2022 tentang Pemberian Vaksinasi Covid-19 bagi Sasaran yang Drop Out:

1. Bagi sasaran yang mengalami drop out dalam rentang waktu kurang dari enam bulan dapat diberikan vaksin kedua dengan platform yang berbeda sesuai ketersediaan di masing-masing daerah.

2. Bagi sasaran yang mengalami drop out dalam waktu lebih dari enam bulan, maka vaksinasi primer harus diulang, dan vaksinasinya dapat menggunakan platform yang berbeda dari vaksin semula.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved