Breaking News:

CURHAT Ferry Irawan Soal Mengumbar Kesalahan Orang Lain, Venna Melinda Kini Ngaku Pasrah

Ferry Irawan curhat di akun social media soal mengumbar kesalahan orang lain, Venna Melinda sampai mengaku pasrah.

Instagram @vennamelindareal
Venna Melinda sebut penyakit Ferry Irawan sempat kambuh hingga membuatnya panik 

"Dia ditanya, kenapa bawa payung. Lalu dia menjawab, yakin akan turun hujan. Lalu hujan pun turun," ujar Aa Gym bercerita.

Contoh keyakinan dapat dilihat dalam interaksi sehari-hari. Misalnya, ketika seorang anak dilemparkan oleh ayahnya ke udara. Sang anak umumnya akan tertawa. Ia meyakini akan ditangkap, dijaga, dan dilindungi oleh ayahnya. Selepas itu pula hendaknya manusia meyakini pertolongan dan penjagaan dari Allah SWT.

Wujud sikap berserah diri tampak dari shalat yang khusyuk. Banyak orang merasa sulit mendapatkan rasa khusyuk dalam shalat. Padahal, manusia cenderung mudah fokus dan bersungguh-sungguh ketika menghadapi sesuatu yang dinilai penting. Manusia juga umumnya menjadi lebih khusyuk dalam memperjuangkan sesuatu yang sangat diharapkan. Begitu pula shalat, hendaknya diikuti dengan rasa pengharapan dan keyakinan bahwa hanya Allah sebagai penolong dan shalat menjadi kunci kedekatan dengan Allah SWT.

Aa Gym mengibaratkan shalat khusyuk sama seperti membuka brankas. Brankas berfungsi untuk menyimpan sesuatu yang sangat berharga. Untuk membuka barang tersebut, manusia memerlukan sikap fokus, perlahan, dan tak terburu-buru. Dengan begitu, diharapkan akan datang pertolongan dari Allah SWT.

Senada dengan Aa Gym, Sandiago Uno menganjurkan agar para jamaah senantiasa berserah diri secara total kepada Allah SWT. Ia menceritakan, dalam salah satu fase hidupnya, Sandi pernah divonis menderita suatu penyakit. Ia telah mencoba berbagai pengobatan alternatif, namun tak juga menyembuhkan. Penyakit ini mengharuskan dia menjalani operasi kecil secara rutin.

Oleh istrinya, Sandi diajak untuk berdoa dan memasrahkan segala permasalahan kepada Allah SWT. Tak diduga ketika menjalani pemeriksaan sebelum akan dioperasi, dokter menyatakan penyakit itu telah hilang dari dalam tubuhnya.

"Allah akan menyembuhkan semua penyakit pada diri kita. Mudah sekali. Saya sudah membuktikan sendiri, kalau kita berserah totalitas kepada Allah. Dan semua dokter yang saya temui tidak bisa menjelaskan itu," ujar Sandi.

Sandi juga menyoroti kekhawatiran masyarakat akan tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) dan kenaikan harga kebutuhan pokok. Ia mengajak masyarakat untuk meniru upaya Rasulullah SAW dalam berwirausaha.

Dalam berwirausaha, Sandi menerapkan empat rumus yang ia sebut empat kartu As. Pertama, kerja keras. Menurut Sandi, adanya perlambatan ekonomi hendaknya tak membuat masyarakat mengeluh, namun senantiasa bersabar dan bekerja keras.

Kedua, bekerja dengan cerdas. Dalam membina wirausaha, umat Islam hendaknya tak melupakan faktor teknologi, riset, dan pengembangan. Rasulullah SAW juga senantiasa memberikan keteladanan dalam bersikap cerdas menghadapi berbagai macam kondisi ketika berdagang dari Syam ke Yaman.

Rumus ketiga, yaitu bekerja secara tuntas. Seorang wirausahawan hendaknya tak malas dan cepat bosan dalam bekerja. Ia hendaknya bekerja secara fokus dan tuntas. Keempat, bekerja secara ikhlas. Ini merupakan tingkatan tertinggi dalam melakukan segala upaya.

"Kita kadang sudah bekerja (dengan prinsip) satu, dua, dan tiga, tapi hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Menyalahkan diri sendiri, menyalahkan orang lain. Ingat bahwa orang yang sukses itu jatuhnya 12 kali, tapi bangkitnya 13 kali," ujar Sandi.

Motivator Ippho Santosa mengatakan, dalam mencapai target-target dan impian dalam hidup, diperlukan adanya keselarasan. Bagi seorang laki-laki, keselarasan dapat diperoleh dengan adanya dukungan dari ibu dan istri. Oleh sebab itu, target-target yang dibuat hendaknya diberitahukan kepada keduanya sehingga akan mengalirkan doa dan dukungan.

"Kalau selaras percepatan, nggak selaras perlambatan. Negeri ini menjadi kacau karena semua nggak selaras," ujar dia.

Untuk mencapai kesuksesan, seseorang juga perlu membangun hubungan yang baik dengan keluarga sebagai pendukung utama. Selain itu, seorang yang ingin sukses hendaknya menjaga silaturahim dan banyak berbuat kebaikan.

"Sedekah itu mengayakan, menenangkan. Berbagi itu menyenangkan, endorphine dan dophamine meningkat," ujar dia. (Danti Ayu /BanjarmasinPost)

Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id dengan judul Kini Venna Melinda Pasrah, Ibu Verrell Komentari Curhatan Ferry Irawan Tentang Mengumbar Kesalahan

Artikel lain terkait Ferry Irawan dan Venna Melinda

Halaman 4/4
Tags:
Venna MelindaFerry IrawanVerrel Bramasta
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved