Breaking News:

Makin Panas, Negara Bagian Rusia Chechnya Ikut Kirim Pasukan, Ramzan Kadirov Peringatkan Ukraina

Makin panas, negara bagian Rusia, Chechnya ikut kirim pasukan, Ramzan Kadirov peringatkan Ukraina.

Editor: Dhimas Yanuar

TRIBUNSTYLE.COM - Makin panas, negara bagian Rusia, Chechnya ikut kirim pasukan, Ramzan Kadirov peringatkan Ukraina.

Perang Ukraina dan Rusia semakin memanas dan masih belum menunjukkan kata selesai.

Bahkan sejumlah negara menyatakan dukungan pada invasi Rusia ke Ukraina.

Baca juga: Dukung Perjuangan Ukraina, Unggahan Diagram Bom Molotov Mia Khalifa Disorot: Jaga Api Tetap Menyala

Baca juga: DAMPAK Perang Ukraina Rusia bagi Indonesia, dari Segi Ekonomi hingga Berbagai Kenaikan Harga

Prajurit Ukraina berdiri di dekat pengangkut personel lapis baja BTR-3 di barat laut Kyiv pada 24 Februari 2022. - Chechnya turut mengerahkan pasukannya di Ukraina. Mendesak warga Ukraina untuk menggulingkan pemerintah.
Prajurit Ukraina berdiri di dekat pengangkut personel lapis baja BTR-3 di barat laut Kyiv pada 24 Februari 2022. - Chechnya turut mengerahkan pasukannya di Ukraina. Mendesak warga Ukraina untuk menggulingkan pemerintah. (Daniel LEAL / AFP)

Salah satu negara yang menyatakan dukungan tersebut adalah, Chechnya.

Chechnya dikabarkan telah mengirimkan pasukan dan amunisi ke Ukraina untuk membantu serangan tersebut.

Pemimpin Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov mengatakan pasukan Chechnya telah dikerahkan ke Ukraina.

Bahkan, Ramzan Kadyrov mendesak warga Ukraina untuk menggulingkan pemerintah.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (26/2/2022), Kadyrov dalam video yang diposting di media sosial mengklaim bahwa unit-unit Chechnya sejauh ini tidak mengalami kekalahan.

Dia menambahkan pasukan Rusia dengan mudah merebut kota-kota besar Ukraina termasuk Ibu Kota Kiev.

Kadyrov menyebut tugas pasukan mereka adalah menghindari hilangnya nyawa.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat waktu setempat juga mendesak Ukraina untuk bangkit melawan pemerintah mereka sendiri.

Putin mengatakan bahwa pemerintahan Ukraina terdiri dari 'neo-Nazi'.

Otoritas Ukraina sebelumnya mengumumkan sedikitnya 198 orang tewas dalam invasi militer Rusia terhadap negara tersebut yang dimulai Kamis (24/2) waktu setempat.

Lebih dari 1.000 orang lainnya mengalami luka-luka.

Informasi tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan Ukraina Viktor Lyashko dalam pernyataannya seperti dikutip kantor berita Ukraina, Interfax, pada Sabtu (26/2) waktu setempat.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Tags:
RusiaUkrainaChechnyaRamzan Kadirov
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved