Breaking News:

Pernah Jalani Toxic Relationship, Andien Aisyah Ungkap Penderitaan: Dipukul, Dibeset Pakai Pisau

Penyanyi Andien Aisyah mengungkapkan bahwa dirinya pernah alami toxic relationship yang cukup parah. Bahkan ia pernah dibeset menggunakan pisau.

YouTube Merry Riana , Instagram Andien
Penyanyi Andien Aisyah ceritakan pengalaman dirinya pernah terjebak toxic relationship 

TRIBUNSTYLE.COM - Penyanyi Andien Aisyah mengungkapkan bahwa dirinya pernah alami toxic relationship yang cukup parah. Bahkan ia pernah dibeset menggunakan pisau.

Setiap orang pasti memiliki perjalanan cinta masing-masing.

Tak jarang, sebagian besar dari kita pasti pernah mengalami toxic relationship.

Toxic relationship sendiri merupakan hubungan beracun dimana salah satu pihak merasa direndahkan, dikekang, sedangkan yang lain berusaha untuk mengontrol.

Hal itu rupanya pernah dialami oleh penyanyi cantik Andien Aisyah.

Secara blak-blakan, Andien menceritakan pengalaman buruknya lantaran mengencani pria yang salah.

Baca juga: CURHAT Pilu Andien saat Kakak Ipar Meninggal Gegara Covid-19: Kami Merasakan Sulitnya Dapat Ambulans

Baca juga: Andien Tuliskan Pesan Cinta untuk Anak Kedua: Meski Hidup Tak Selamanya, Kita Selalu Memberi Makna

Andien mengatakan dirinya sempat pacaran dengan salah seorang pria sewaktu kuliah.

Pria tersebut seringkali memperlakukannya dengan buruk, bahkan ia pernah dibeset menggunakan pisau.

Penyanyi Andien Aisyah mengungkapkan bahwa dirinya pernah alami toxic relationship.
Penyanyi Andien Aisyah mengungkapkan bahwa dirinya pernah alami toxic relationship. (YouTube Merry Riana)

“Jadi mulainya tuh waktu kuliah kalau nggak salah, aku sempet pacaran sama seseorang yang mukul bukan sekali doang udah kayak kesehariannya dia.

Jadi, kalau nggak dipukul, dibeset pisau lah, dicakar lah segala macem,” ujar Andien, dilansir Tribun Style dari YouTube Merry Riana pada Kamis, 21 Oktober 2021.

Kala itu, tak ada yang mengetahui semua yang dialami Andien, kecuali makeup artist dan manajernya.

“Makeup artist-ku itu tahu waktu itu aku pernah dateng ke studio mau nyanyi,

mata aku lebam sampai nggak bisa dibuka karena udah biru dan berair gitu,” imbuhnya.

Andien harus mengalami perlakuan buruk sang pacar kurang lebih 9 bulan lamanya.

Akibat kerap mendapatkan perlakuan kasar setiap harinya, Andien bahkan sempat berpikiran untuk terjun dari mobil yag sedang melaju.

Baca juga: CURHAT Pilu Andien saat Kakak Ipar Meninggal Gegara Covid-19: Kami Merasakan Sulitnya Dapat Ambulans

Baca juga: Mendadak Jadi MUA, Titi DJ Rela Bangun Jam 4 Pagi Dandani ART, Beber Cerita Haru, Andien: Merinding

“Aku pernah sampe pernah di jalan tol, aku digebukin di mobil dengan mobil melaju cepat.

Pernah aku ngerasa mendingan gue mati aja di jalan tol buka pintunya terus berguling dibandingin aku tetep berada di mobil ini,” beber Andien.

“Tapi akhirnya udahan juga, hanya kayak dari pindah lobang yang satu ke lobang yang lain.

Jadi sebelum akunya berubah, begitu aku selesai hubungan yang satu, kemudian ada hubungan lain lagi yang gak kalah toxic-nya secara mental,” pungkasnya.

Simak video lengkanpnya

Alasan orang bertahan dalam hubungan toxic

Menurut psikoterapis Ginnie Love Thompson, setiap hubungan memiliki tingkat toksisitas.

Meskipun hubungan mengalami pasang surut, kita harus tetap bijaksana dan peka pada perasaan.

Jika tidak sehat dan berat menjalaninya, maka harus menyiapkan kemungkinan untuk meninggalkan hubungan.

Akan tetapi banyak yang tak mampu untuk mengambil keputusan besar itu.

Sehingga tak heran kalau banyak juga yang memilih bertahan pada hubungan yang tak sehat.

Dengan mengingat hal itu, melansir dari Bright Side berikut beberapa alasan mengapa orang tetap berada dalam hubungan yang beracun dan tidak sehat.

Baca juga: Belajar dari Prilly Latuconsina, Kenali 5 Tanda Toxic Relationship Ini, Apakah Ada di Hubunganmu?

Baca juga: AWAS 5 Hal Sepele Ini Jadi Tanda Kamu Terjebak Toxic Friendship, Tinggalkan Saja

1. Takut kesepian

Ilustrasi pasangan yang sudah tak harmonis
Ilustrasi pasangan yang sudah tak harmonis (Istimewa)

Menurut sebuah penelitian, rasa takut sendirian dapat membuat orang bertahan dalam hubungan yang merusak.

Karena alasan sederhana bahwa "lebih baik" memiliki pasangan yang tidak sempurna daripada menjadi lajang.

Masyarakat terkadang dapat membuat orang berpikir menjadi lajang atau "sendirian" adalah hal yang negatif.

Akan tetapi pada kenyataannya, sama sekali tidak ada yang salah dengan itu.

2. Memiliki kepercayaan diri yang rendah

Ilustrasi.
Ilustrasi. (todaysparent.com)

Studi juga menunjukkan bahwa orang yang memiliki kepercayaan diri rendah memiliki kecenderungan untuk tetap berada dalam hubungan yang tidak sehat.

Setelah mengalami pelecehan dan perilaku beracun begitu lama, mudah bagi orang untuk jatuh ke dalam perangkap.

Mereka akan percaya bahwa dialah yang bersalah atas perilaku beracun pasangan.

Kepercayaan diri yang rendah juga dapat membuat orang mempertanyakan nilai mereka sendiri dan apa yang mereka bawa ke dalam hubungan.

3. Merasa bertanggung jawab secara pribadi atas pasangannya dan tindakannya

Toxic people
Toxic people (brightside.me)

Setelah situasi atau konfrontasi yang tidak menyenangkan, pelaku terkadang akan membalikkan keadaan dan membuat pasangannya merasa bersalah atau seolah-olah mereka bersalah, meskipun sebenarnya tidak.

Ini umumnya dikenal sebagai gaslighting.

Perilaku ini sering berkembang secara bertahap, sehingga menyulitkan seseorang untuk menyadari hal itu terjadi.

Merasakan kecemasan, kebingungan, dan ketidakmampuan untuk memercayai diri sendiri dan tindakan Anda adalah tanda-tanda gaslighting.

4. Percaya bahwa segala sesuatunya mungkin berubah

Ilustrasi
Ilustrasi (Cosmopolitan.com)

Banyak orang yang berada dalam hubungan beracun terkadang bertahan karena mereka mencintai pasangannya.

Selain itu mereka percaya bahwa sesuatu akan membaik suatu hari nanti atau hubungan dapat diselamatkan.

Mereka juga mungkin berasumsi bahwa perilaku tidak sehat pasangannya adalah akibat dari keadaan yang sulit.

Atau mereka dapat mengubah hubungan dengan menjadi pasangan yang lebih baik.

Namun pada kenyataannya, perilaku tersebut seringkali hanya menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu dan orang-orang menjadi semakin rusak.

5. Takut ditolak

Pasangan Toxic tidak sehat
Pasangan Toxic tidak sehat (Ilustrasi dari Bright Side)

Alasan lainnya adalah penolakan.

Mereka tetap berada dalam hubungan yang tidak sehat karena mereka takut ditolak di masa depan.

Sehingga mereka melekat pada pasangan mereka saat ini.

Orang yang takut ditolak bisa mengalami kesulitan mengekspresikan diri, mengekspresikan pikiran, dan membela diri.

(Tribunstyle.com/Putri Asti/Manila)

Baca artikel terkait toxic relationship lainnya di sini...

Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved