Sosok Munir Said Thalib, Aktivis HAM yang Dibunuh di Udara 17 Tahun Lalu
Mengenang Munir Said Thalib, pembela Hak Asasi Manusia yang meninggal dunia di pesawat Garuda Indonesia pada 7 September 2004.
Penulis: Anggie Irfansyah
Editor: Suli Hanna
Hasil Investigasi
Saat pesawat GA-974 mendarat di Bandara, seluruh penumpang tidak dibolehkan turun.
Setelah menjalani pemeriksaan selama 20 menit, penumpang kemudian dibolehkan turun.
Jenazah Munir diturunkan dan diurus oleh otoritas bandara.
Kemudian, proses otopsi dilakukan untuk mencari tahu penyebab kematian Munir.
Pada 12 September 2004, jenazah Munir dimakamkan di kota kelahirannya, Batu, Malang.
Dilansir dari Harian Kompas, 13 September2004, Institut Forensik Belanda (NFI) mengungkapkan, Munir meninggal karena racun arsenikum.
Semula NFI menjanjikan otopsi akan diketahui setelah dua minggu, namun ternyata setelah satu bulan hasilnya baru keluar.
Kemudian, makam Munir dibongkar kembali oleh persetujuan keluarka untuk melakukan otopsi lebih lanjut.
Sosok Munir
Munir Said Thalib lahir di Malang, Jawa Timur pada 8 Desember 1965.
Ia merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara dari pasangan Said Thalib dan Jamilah.
Munir diketahui memiliki darah Arab-Indonesia dari orangtuanya.
Munir muda berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (Unibraw) dan terkenal sebagai seorang aktivis kampus.
Berkat ketekunannya, Munir dipilih rekan-rekannya untuk menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Unibraw pada 1998, Koordinator wilayah IV Asosiasi Mahasiswa Hukum Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/munir-said-thalib.jpg)