Breaking News:

Trending Hari Ini

Banyak yang Tak Percaya, Ternyata WHO Resmi Terbitkan Vaksin Covid-19 Nusantara di Jurnal Uji Klinis

Dicibir hingga Suruh Dilupakan, WHO Resmi Terbitkan Vaksin Nusantara di Jurnal Uji Klinis

Editor: Dhimas Yanuar
Instagram/genk_ijo
Anang Hermansyah saat disuntik vaksin Nusantara oleh dr Terawan. 

TRIBUNSTYLE.COM - Vaksin Nusantara buatan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memang terus menuai sorotan publik.

Bagaimana tidak, beberapa pejabat tinggi negara mengaku kemanjuran vaksin Nusantara tersebut.

Namun, tak sedikit ahli yang mencibir adanya vaksin buatan mantan Menkes dengan salah satu rumah sakit di Indonesia.

Bahkan, epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono meminta masyarakat untuk melupakan vaksin Nusantara.

Baca juga: Beda Vaksin Covid-19 Booster & Vaksin Dosis Ketiga yang Harus Bayar Rp 100 Ribu, Ini Kata Ahli

Baca juga: Penyintas Virus Covid-19 Lebih Kebal dari Orang yang Sudah Vaksin? Simak Penjelasan Ahli Ini

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 pada warga saat vaksinasi Covid-19.
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 pada warga saat vaksinasi Covid-19. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Kendati demikian, Terawan seakan membuktikan kerja kerasnya, hingga akhirnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menerbitkan jurnal tentang vaksin Nusantara di jurnal uji klinis.

Jurnal yang diberi judul "Preventive Dendritic Cell Vaccine, AV-COVID-19, in Subjects Not Actively Infected With COVID-19" itu mengulas tentang sel dendritik dalam vaksin Nusantara.

Penelitian yang disponsori oleh Aivita Biomedical, Inc rupanya terbit di laman jurnal Clinical Trials pada Senin (16/8/2021) lalu.

"Produk ini adalah vaksin pribadi khusus subjek yang terdiri dari sel dendritik autologus dan limfosit (DCL) yang sebelumnya diinkubasi dengan sejumlah protein lonjakan SARS-CoV-2 (protein S) yang terbukti aman dalam studi fase 1 juga dilakukan di Indonesia."

"Dalam studi fase 2 ini, kemanjuran dinilai melalui peningkatan respons sel T spesifik protein S dengan membandingkan hasil sebelum dan sesudah vaksinasi."

"Keamanan dikonfirmasi melalui nilai laboratorium, observasi dan pelaporan pasien secara teratur," tulis dalam keterangan tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved