5 Cara Orang Jepang Ajari Anak-anak Mereka Agar Lahap dan Tidak Pilih-pilih Makanan
Orang tua di Jepang telah menguasai teknik ini dan mampu meyakinkan anak-anak mereka untuk makan dengan senang hati.
Penulis: Sinta Manilasari
Editor: Ika Putri Bramasti
Reporter: Sinta Manilasari
TRIBUNSTYLE.COM - Jika kalian perhatikan anak-anak kecil di negara Jepang telah terbiasa makan sendiri.
Selain tak lagi disuapi oleh orang dewasa, anak-anak di Jepang tak pilih-pilih makanan.
Bagi orang tua menjadikan anak-anak tak memilih-milih makanan menjadi pekerjaan yang susah.
Akan tetapi orang tua di Jepang telah menguasai teknik ini dan mampu meyakinkan anak-anak mereka untuk makan dengan senang hati.
Tanpa menangis di meja, saling berteriak atau melepeh brokoli.
Melansir dari Bright Side, mari belajar dari orang tua Jepang.
Untuk membuat anak-anak bisa menikmati makanan sehat mereka.
Baca juga: 5 Makanan Ini Bisa Bantu Lawan Badai Sitokin pada Pasien Covid-19, Murah & Gampang Ditemukan
Baca juga: 9 Fakta Plus Minus Menyantap Makanan Pedas, Apa Saja Dampaknya Bagi Tubuh? Ini Penjelasannya!
1. Biarkan anak bereksperimen dan mengalami rasa baru
Anak-anak mudah bosan dengan makanan yang sama, dan kebiasaan makan mereka sering berubah.
Sangat penting bagi seorang anak untuk mencoba hidangan baru, dan kebanyakan orang tua Jepang menganggap ini sangat serius.
Menurut para ahli, semakin banyak seorang anak mencicipi berbagai jenis makanan sehat.
Maka semakin besar minat mereka akan makanan yang lebih sehat saat mereka tumbuh dewasa.
Ketika Anda mengizinkan seorang anak untuk mencoba sampel makanan yang berbeda, selera mereka juga akan berkembang.
Mereka akan cenderung untuk mencoba hidangan baru.
2. Biarkan mereka menikmati kegiatan makan itu sendiri
Salah satu alasan mengapa anak-anak tidak menyukai makanan adalah karena berulang kali dipaksa untuk makan sesuatu yang tidak mereka sukai.
Orang tua harus menghindari terlalu ketat tentang makan sehat.
Anak-anak harus dibuat menikmati makanan mereka.
Termasuk makanan kecil dapat membuat mereka menantikannya.
Akan tetapi sebisa mungkin hindari makanan manis sebelum makan besar.
Karena makanan manis sedikit banyak membuat anak kehilangan selera makan dan hanya menginginkan cemilan manis.
3. Sajikan makanan di piring yang lebih kecil
Logika di balik mengapa anak-anak harus disajikan makanan di piring yang lebih kecil adalah alasan sederhana.
Mereka tidak boleh merasa terintimidasi oleh ukuran piring besar dan porsi yang disajikan.
Dan ketika mereka menggunakan piring yang lebih kecil, mereka didorong untuk menyajikan makanan mereka sendiri.
Yang mana ini membantu mereka memilih apa yang ingin mereka makan.
Porsi yang orang tua anggap "berukuran normal" sebenarnya terlalu besar untuk anak.
Para orang tua harus mengingat ini saat mengukur jumlah makanan yang boleh dimakan anak mereka per porsi.
4. Makan bersama keluarga dan libatkan anak-anak
Orang tua Jepang menciptakan suasana rumah eksklusif yang mendukung pilihan makanan dan gaya hidup sehat.
Makan bersama secara teratur dan membiarkan anak mereka berpartisipasi dalam proses memasak dapat mendorong mereka untuk menunjukkan lebih banyak minat pada apa yang akan mereka makan.
Jadikan pola makan yang sehat, lezat dan nikmat sebagai contoh untuk anak-anak anda.
5. Banyak melakukan lompat dan lari
Orang-orang di Jepang sering kali lebih memilih bersepeda atau jalan cepat sebagai moda perjalanan mereka untuk jarak dekat.
Di satu sisi, orang tua Jepang mendorong anak-anak mereka untuk melakukan aktivitas fisik, seperti berlari dan melompat.
Pentingnya aktivitas fisik untuk mendorong nafsu makan yang sehat.
Daripada membiarkan anak-anak bermain video game selama berjam-jam, lebih baik mengajak mereka jalan-jalan di taman lingkungan atau bermain petak umpet di rumah.
(Tribunstyle.com/Manila).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/porsi-makan-anak-anak.jpg)