Breaking News:

Pandemi

SEJARAH Varian Virus Corona Pakai Nama Alfabet Yunani, dari Alpha, Delta hingga yang Terbaru Lambda

Asal-usul mengapa varian virus corona memakai nama kode alfabet dari Yunani, mulai Alpha hingga Lambda.

Freepik
Asal-usul mengapa varian virus corona memakai nama kode alfabet dari Yunani, mulai Alpha hingga Lambda. 

TRIBUNSTYLE.COM - Waktu baru muncul pertama kali akhir tahun 2019, banyak yang menyebutnya hanya virus corona, lalu Covid atau Covid-19.

Sekarang varian Covid-19 semakin berkembang, lalu diberi deskripsi sebagai Alpha, Beta, dan Gamma.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menciptakan sistem penamaan ini agar lebih mudah untuk didiskusikan secara publik.

Virus terus berubah melalui mutasi, yang menghasilkan varian baru, sesuatu yang para ilmuwan harapkan untuk dipantau.

Asal-usul mengapa varian virus corona memakai nama kode alfabet dari Yunani, mulai Alpha hingga Lambda.
Asal-usul mengapa varian virus corona memakai nama kode alfabet dari Yunani, mulai Alpha hingga Lambda. (duke.edu)

Baca juga: Virus Corona Diprediksi Terus Bermunculan Varian Baru, Seberapa Besar Efek Vaksin Melindungi Kita?

Baca juga: BAHAYA Penularan Covid-19 Varian Delta di Luar Ruangan, tapi Tergantung dari Faktor-faktor Ini

Pejabat kesehatan di WHO menceritakan, para ilmuwan masih bekerja untuk mempelajari lebih lanjut tentang karakteristik setiap varian ini, seperti apakah mereka dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah dan bagaimana vaksin dapat melindunginya.

Banyak varian tampaknya menyebar lebih mudah dan cepat, yang dapat menyebabkan lebih banyak kasus virus.

Sejauh ini, penelitian menunjukkan antibodi melalui vaksinasi mengenali varian-varian ini, meski lebih banyak penelitian terus dilakukan.

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa vaksin virus corona sekali suntik (single-shot) Johnson & Johnson kurang efektif terhadap varian Delta dan Lambda, namun temuan ini bertentangan dengan penelitian lain yang lebih kecil.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat memang memiliki kategori untuk varian konsekuensi tinggi, yang dikategorikan sebagai kegagalan diagnostik yang ditunjukkan dan pengurangan signifikan dalam efektivitas vaksin atau jumlah kasus terobosan yang sangat tinggi. Sejauh ini, tidak ada varian yang mencapai level ini.

Masih belum diketahui seberapa luas varian tersebut telah menyebar, dan bagaimana gejala penyakit mungkin berbeda dengan varian baru ini.

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved