SENGKETA Gajah vs Manusia, 150 Ribu Warga Direlokasi, 25 Ribu Polisi Dikerahkan Agar Tidak Bentrok
Sengketa gajah melawan manusia di China, 150 ribu warga direlokasi, 25 ribu polisi dikerahkan agar tidak bentrok.
Penulis: Dhimas Yanuar Nur Rochmat
Editor: Dhimas Yanuar
"Tidak ada yang mau memberi makan nanas ke gajah."
"Gajah itu menemukan nanas berisi mercon di suatu tempat dan mengonsumsinya tanpa sadar."
Seorang Petugas Dinas Kehutanan India mengatakan bahwa nanas berisi mercon itu dimaksudkan untuk diumpankan pada babi hutan.
Babi hutan ini telah menyebabkan kerusakan harta benda penduduk setempat.
Ia menambahkan bahwa penduduk setempat tidak akan pernah memberi makan gajah dengan sekejam itu secara sadar.
“Beberapa orang benar-benar melakukan hal-hal gila seperti mereka menganggap hewan liar sebagai ancaman terhadap harta benda dan kehidupan mereka."
"Peristiwa semacam itu memang terjadi di tempat-tempat di mana hewan liar menciptakan masalah bagi manusia,” katanya.
Sanggahan dan politisasi kasus gajah ini di India
Meskipun sulit untuk dipercaya bahwa kematian brutal gajah yang tidak bersalah dapat dijadikan agenda politik, tampaknya hal itu memang terjadi.
Maneka Sanjay Gandhi, anggota BJP (partai berkuasa India), dituduh menyalakan kebencian komunal dan bahkan menuduh Malapupuram adalah "negara bagian paling kejam di India dalam kekejaman terhadap hewan".
Karena negara ini adalah negara mayoritas Muslim, tweetnya memicu berbagai cuitan tak baik dari anggota partainya sendiri.
Seorang pengguna Twitter bahkan mengoreksinya dengan mengatakan bahwa insiden itu terjadi di Palakkad, bukan di Malappuram seperti yang dilaporkan sebagian besar berita yang beredar.
Tentu kasus ini tetap berlangsung dan masih diselidiki oleh otoritas setempat.

Pemerintah India Buru Tersangka
Petugas hutan, Mohan Krishnan mengatakan, gajah hamil tersebut mati dengan kondisi berdiri, di dekat sungai di distrik Malappuram, Kerala Utara, India.