Baru Kali Ini Jomblo Sampai 2 Tahun, Marshanda Ogah Ambil Pusing, Akui Mulai Nyaman: Kok Enak Ya
Marshanda mengaku sudah 2 tahun tak menjalin asmara alias jomblo. Ia pun mulai merasa nyaman dengan kondisi tersebut.
Penulis: Febriana Nur Insani
Editor: Suli Hanna
Ia menegaskan bahwa dirinya berhenti konsumsi obat penahan nafsu makan lantaran bisa membahayakan jantung.

"Setelah gue open up tentang kondisi gue yang udah memutuskan untuk stop konsumsi obat penahan nafsu makan, karena ga baik untuk gue yang ada Bipolar Disorder dan bahaya untuk jantung.
Banyak banget support yang gue dapet dan yang bilang kalo mereka merasa dikuatkan dengan keberanian gue untuk jujur dan tetep sayang dan nyaman sama diri sendiri," tulis Marshanda.
Meski kini badannya terlihat berisi, aktris 31 tahun ini tak peduli dengan komentar negatif dari netizen.
"Buat kalian yang dikelilingi dengan pengomentar seperti ini.. yg mengatasnamakan “gue bercanda” atau “ini nasehat yang baik buat lo” atau apapun..
Kekurusan atau kegemukan, yuk tunjukkin bahwa lo tetep nyaman sama diri lo sendiri. Tunjukkin kalo lo tetep sayang dan bangga dengan diri lo karena perbuatan2 lo yang berpengaruh baik buat diri sendiri & orang lain.
Kurus atau Gemuk bukan tolok ukur seseorang pantas atau tidak pantas diterima oleh lingkungan. Membuat diri sehat atau membuat diri sakit, itu yang harusnya jadi perhatian utama yg paling penting.
Walaupun obat psikiatri berefek samping bikin gue gendut, tapi gue akan jalanin hidup sehat dan tetep berhenti minum obat penahan nafsu makan agar gue diterima dan dipuji “kurus atau ideal” oleh banyak orang," bebernya.

Ia menegaskan bahwa ia tak insecure dengan bentuk badannya.
"Apapun komentar menjatuhkan yang terlontar, gue bahagia dan gue suka sama diri gue. I love her. Gue bangga dengan kampanye yang gue bikin tentang “MY BODY IS PERFECT AND I LOVE IT”," terangnya.
Di akhir, Marshanda juga memberi pesan agar tak takut mengungkap kejujuran.
"Jangan takut jujur pada dunia. Jadilah suara bagi mereka yang belum berani / belum berhasil menyuarakan dirinya dengan lantang.
Lastly, sadarlah seberapa banyak kata-kata yang kita lontarkan yang menjatuhkan orang lain, seberapa kejam kita bisa bicara sama orang lain, segitu banyak juga kata2 kejam & menjatuhkan yang sesungguhnya kita ucapkan ke diri kita sendiri," tandasnya.
(TribunStyle.com/Febriana/Heradhyta)