Kenapa Patah Hati karena Putus Cinta Begitu Menyakitkan? Ini 5 Alasan Psikologisnya
Inilah 5 alasan psikologis soal rasa sakit saat patah hati. Ternyata tak berkaitan dengan mantan atau cinta itu sendiri.
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
Banyak orang yang setelah putus cinta merasa khawatir akan sendiri selamanya.
Padahal, putus cinta dengan seseorang berarti memulai kembali.
Namun, beberapa orang tidak bisa mengatasinya.
"Bagaimana jika tidak ada orang lain yang tahan dengan saya?" adalah pertanyaan umum yang orang tanyakan pada diri mereka sendiri dalam situasi ini.
Percayalah, hal yang membuat stres ini tak terikat sama sekali dengan mantan.
Segeralah temukan seseorang baru, dan buang ketakutan 'sendiri selamanya' itu.
3. Merasa Tak Cukup Menarik
Setelah putus cinta, pikiran seseorang cenderung pergi ke tempat yang buruk untuk mencari alasan mengapa mereka ditinggalkan.
Tanpa mencari opini kedua, orang cenderung berpikir bahwa itu karena penampilan atau kepribadian yang menyebabkan mantan memutuskan hubungan.
Nah, jangan sampai ini membuatmu semakin rendah dan tak percaya diri.
Belajar untuk lebih mencintai diri sendiri dan temukan semua hal hebat tentangmu.
Semakin percaya diri, kamu tidak akan terlalu terpengaruh ketika kekasih memilih pergi.
4. Ego yang Cedera
Putus cinta menyebabkan timbulnya perasaan dicampakkan.
Hal ini pada gilirannya membuat kerusakan besar pada ego seseorang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ilustrasi-zodiak-patah-hati-dan-susah-move-on.jpg)