Breaking News:

Berita Terpopuler

POPULER Mengenang 100 Tahun Soeharto, Intip 8 Potret Transformasi Presiden ke-2 RI dari Masa Muda

Mengenang 100 tahun Soeharto, intip 8 potret transformasi Presiden RI ke-2 dari masa muda hingga penghujung kepemimpinannya.

Penulis: Amirul Muttaqin
Editor: Suli Hanna
Tribunstyle.com/kolase Soeharto.co//KOMPAS/JB SURATNO
Transformasi Soeharto 

Setelah enam bulan menjalani latihan dasar, ia terpilih menjadi prajurit teladan serta resmi menjadi anggota TNI pada 5 Oktober 1945.

Soeharto bersama keluarga

Soeharto bersama keluarga (wikimedia)

Soeharto menikah dengan Raden Ayu Siti Hartinah yang kemudian dikenal dengan Tien Soeharto pada 26 Desember 1947 di Solo.

Tien merupakan anak dari KRMT Soemoharyomo, seorang wedana di Solo.

Kala itu, Soeharto berusia 26 tahun, sedangkan Tien berusia 24 tahun.

Soeharto bersama keluarga
Soeharto bersama keluarga (wikimedia)

Pasangan ini dikarunia enam putra-putri, yaitu Siti Hardiyanti Hastuti (Tutut), Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Harijadi (Titiek), Hutomo Mandala Putra (Tommy), dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek).

Soeharto jadi pemimpin militer

Soeharto (berbaju loreng) jadi pemimpin militer
Soeharto (berbaju loreng) jadi pemimpin militer (Istimewa via Tribun Manado)

Sebelum menjadi presiden, Soeharto adalah pemimpin militer pada masa pendudukan Jepang dan Belanda, dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal.

Pada 1 Maret 1949, ia ikut serta dalam serangan umum yang berhasil menduduki Kota Yogyakarta selama enam jam.

Inisiatif itu muncul atas saran Sri Sultan Hamengkubuwono IX kepada Panglima Besar Soedirman bahwa Brigade X pimpinan Soeharto segera melakukan serangan umum di Yogyakarta dan menduduki kota itu selama enam jam untuk membuktikan bahwa Republik Indonesia masih ada.

Presiden Soekarno bersama Jenderal Soeharto
Presiden Soekarno bersama Jenderal Soeharto (FOTO/AP)

Setelah Gerakan 30 September 1965, Soeharto kemudian melakukan operasi penertiban dan pengamanan atas perintah dari Presiden Soekarno.

Salah satu yang dilakukannya adalah dengan menumpas Gerakan 30 September dan menyatakan bahwa PKI sebagai organisasi terlarang.

Berbagai kontroversi menyebut operasi ini menewaskan sekitar 100.000 hingga 2 juta jiwa dan peristiwa itu juga masih menjadi pro-kontra hingga kini.

Presiden RI ke-2

Soeharto jabat Presiden RI ke-2
Soeharto jabat Presiden RI ke-2 (wikimedia)

Soeharto diberi mandat oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) untuk menjabat sebagai presiden pada 26 Maret 1968 menggantikan Soekarno.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved