Breaking News:

JANGAN Lewatkan Puncak Hujan Meteor Arietid 7 Juni 2021, Ini Daftar Wilayah untuk Mengamati

Hujan meteor Arietid telah aktif sejak tanggal 14 Mei hingga 24 Juni mendatang. Namun puncak hujan meteor diperkirakan akan terjadi pada 7 Juni 2021.

Editor: Galuh Palupi
Lirazan
Ilustrasi 

Sehubungan dengan beredarnya berita tersebut, dapat kami sampaikan bahwa kamera CCTV yang berada di Deles (sisi timur Gunung Merapi) sempat merekam kilatan cahaya pada tanggal 27 Mei 2021 pukul 23.08.10 WIB," terang BPPTKG melalui akun Instagramnya @bpptkg.

Meski begitu, BPPTKG mengatakan tidak ada sinyal yang signifikan dari data kegempaan.

Selain itu juga tidak ada laporan mengenai suara ataupun kilatan cahar dari pos-pos lain pemantau Gunung Merapi.

"Tidak terdapat sinyal yang signifikan dari data kegempaan dan tidak dilaporkan terdengar suara atau terlihat kilatan cahaya dari pos-pos pemantauan Gunung Merapi," jelasnya.

Lebih lanjut, BPPTKG menjelaskan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi dengan status SIAGA.

Masih ada aktivitas erupsi efusif yang ditandai aktivitas pertumbuhan kubah lava, guguran, dan awanpanas guguran.

"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak panik, dan selalu mengikuti informasi dari sumber yang terpercaya," tandas BPPTKG.

Penjelasan LAPAN

Sementara itu, Peneliti Pusat Sains Antariksa (Pussainsa) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Rhorom Priyatikanto, menduga kilatan cahaya tersebut adalah sebuah meteor.

Rhorom menyebut, dari foto yang beredar memang tampak seperti meteor yang cukup terang.

Meski begitu, benda langit tersebut belum tentu jatuh tepat di puncak Merapi.

"Tapi belum tentu jatuh tepat di puncak Merapi, bisa saja di sebelah utaranya," ungkap Rhorom saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (27/5/2021).

Rhorom mengungkapkan, dari foto tersebut sulit dikonfirmasi apakah ada serpihan meteor yang tersisa dan sampai ke permukaan.

Baca juga: Gunung Merapi Masih Status Siaga, BPBD Klaten Imbau Pengungsi Tetap di TES Antisipasi Erupsi Susulan

Baca juga: Update Gunung Merapi, Kembali Semburkan Awan Panas ke Udara, Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat Daya

"Tapi bisa ada spekulasi bahwa meteor seterang itu punya ukuran sekitar 10-an centimeter," ujarnya.

Belakngan, kata Rhorom, ada fenomena hujan meteor eta Aquariids yang sedang turun aktivitasnya.

Namun demikian, ia tak bisa memastikan apakah foto meteor yang viral itu berasosiasi dengan hujan meteor tersebut. (Tribun Jatim/TribunStyle/Tribunnews)

#meteorArietid

Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved