PILU Ratapi Jasad Korban, Keluarga Berubah Syok Buka Kain Kafan, Ternyata Jenazah Tertukar: Kok Beda
Kejadian dua jenazah korban tenggelam tertukar, keluarga heran lihat ciri fisik tak sama, begini kronologinya.
Editor: Apriantiara Rahmawati Susma
"Kami dan Kapolsek juga heran, akhirnya setelah jenazah sampai di Bandung baru lah diketahui bahwa jenazah tertukar, itu diketahui setelah teman-temannya memperlihatkan video sebelum korban tenggelam dicocokan dengan celana yang dipakai terakhir oleh korban," ucapnya
Saat ini jenazah yang diketahui adalah Jajang Nurjaman (17) warga Margawati Kecamatan Garut Kota sudah kembali diberangkatkan dari Bandung menuju Garut.
Jajang tenggelam dan hilang di Pantai Sayang Heulang Minggu (16/5/2021) pukul 07:30 WIB, atau di hari yang sama Reihan tenggelam.
Jika Jajang hilang pada pagi hari, Reihan tenggelam pada siang harinya.
Keluarga Jajang Nurjaman di Garut, Endah (50) mengatakan dirinya bersyukur bahwa korban sudah ditemukan.
"Kami sudah cemas sejak hari minggu, tak henti-henti berdoa agar almarhum segera ditemukan,"
"Alhamdulillah sudah ketemu meski harus tertukar terlebih dulu," ungkapnya saat ditemui Tribunjabar.id di kediamannya.
Kronologi
Jenazah Reihan Khalik diketahui tertukar setelah Puskesmas Cikelet, Garut tiba di rumah duka di Kopo, Bandung.
Setibanya di rumah duka, keluarga korban kaget karena jenazah yang datang tak memilik ciri-ciri seperti Reihan Khalik.
Saat yang bersamaan, Puskesmas Cikelet juga menginformasikan adanya temuan jenazah oleh Basarnas yang ciri-cirinya lebih mirip ke Reihan.
Jenazah Reihan Halik (17) salah seorang wisatawan asal Bojongloa Kaler, Kota Bandung yang ditemukan meninggal dunia, setelah sempat dinyatakan hilang selama tiga hari saat bermain air di Pantai Santolo dalam momen libur lebaran, dipastikan tertukar dengan jenazah lain.
Kepastian tertukarnya jenazah tersebut, setelah pihak keluarga Reihan Halik meyakini adanya kejanggalan pada ciri fisik dari jenazah yang telah dibawa dan tiba ke rumah duka di Jalan Babakan Ciparay Gang Ata Kiria I, RT 02 RW 11, Kelurahan Kopo, Kecamatan Bojong Loa Kaler Kota Bandung dengan ciri yang dimiliki siswa kelas XI SMKN 8 Bandung tersebut.
"Sejak awal jenazah itu datang dan di buka dari keranda, saya sudah curiga, kok kayak beda. Soalnya kalau Reihan itu postur badannya kecil (kurus) kalau ini gemuk, dan saya feeling saya yakin ini bukan Reihan, makanya kami sepakat untuk dikembalikan saja ke Garut dan menunggu Reihan datang," ujar salah seorang sepupu Reihan yang tidak ingin dipublikasikan namanya, saat ditemui di sekitar rumah duka, Selasa (18/5/2021) seperti dikutip dari Tribun Jabar Kronologi Jenazah Warga Babakan Ciparay yang Tertukar, sampai Rumah Duka, Jenazah Reihan Ditemukan.
Hal senada juga disampaikan oleh tetangga dari Reihan yaitu, Yayan Mulyana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/jenazah-ilustrasi.jpg)