Breaking News:

SAMPAI Sujud Mohon Maaf, Perawat RS Siloam Malah Ditendang Keluarga Pasien, Masalah Infus Pemicunya

Sudah tersebar luas video penganiayaan terhadap seorang perawat di RS Siloam Sriwijaya, Palembang.

Editor: Galuh Palupi
istimewa via Sripoku
Belum juga sempat menjawab saat ditanya bagaimana cara melepaskan infusan, seorang perawat tiba-tiba dipukuli seorang keluarga pasien. 

Setelah sebelumnya, Christina Ramauli S (28) melaporkan keluarga pasien berinisial JT, kali ini giliran sang teman Ardana Reswara Permatasari (31) yang juga melaporkan JT.

Baca juga: VIRAL Naik Bajaj Serasa Menaiki Mobil Mewah, Baru Terkuak Sang Supir Ternyata Sering Bawa Mercy

Ardana melaporkan kasus Pengerusakan sesuai UU No 1 tahun 1946 tentang pasal 406 KUHP.

Diceritakannya, bahwa pada Kamis (15/4/2021) siang di RS Siloam Sriwijaya Palembang Jalan POM IX Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan IB I Palembang, tepatnya di lantai 6 di kamar pasien anak ada keributan antara perawat dengan keluarga pasien.

JT yang menganiaya perawat RS Siloam diamankan polisi, Jumat (16/4/2021) malam
JT yang menganiaya perawat RS Siloam diamankan polisi, Jumat (16/4/2021) malam (Tribun Sumsel)

Kemudian, korban merekam dengan menggunakan handphone (HP) miliknya merek Vivo V15.

Namun saat merekam, oleh terlapor JT HP dirampasnya lalu kemudian dibanting kelantai hingga rusak.

"Saya sedang merekam aksi keributan antara pelaku dengan perawat, namun pelaku mendekat kemudian merampas HP saya dan membantingnya," kata korban saat melapor.

Hp yang rusak akibat di banting membuat korban mengalami kerugian sekitar Rp 3,1 juta.

"Saya minta keadilan dan melaporkan saja kejadian ini ke polisi. Supaya pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya," ucap Ardana.

Belum juga sempat menjawab saat ditanya bagaimana cara melepaskan infusan, seorang perawat tiba-tiba dipukuli seorang keluarga pasien

Persatuan Perawat Kecam Aksi Pelaku

Aksi penganiayaan yang dilakukan keluarga pasien terhadap perawat yang terjadi di kamar RS Siloam Palembang ditanggapi serius oleh Persatuan Perawat Seluruh Indonesia (PPNI) Sumsel.

Ketika dikonfirmasi, Ketua PPNI Sumsel Subhan Haikal sangat menyayangkan kejadian penganiayaan tersebut.

Baca juga: VIRAL MUA Bagi Cerita Pengantinnya Sedang Hamil Besar saat Resepsi: Hamil Duluan Sudah 8 Bulan

"Yang jelas kami selaku organisasi profesi sangat menyayangkan kejadian itu dan yang jelas karena ini menyangkut nama baik profesi maka kami akan melakukan apapun itu," katanya ketika di konfirmasi, Jumat (16/4/2021).

Pihaknya akan menuntut kejadian penganiayaan yang dilakukan keluarga pasien tersebut, hingga masalah penganiayaan tersebut selesai.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved